Harus Mencoba

1143 Kata
Diumur 24 tahun, nurse Je pun semakin rajin untuk merawat dirinya agar Juan berhenti mencari wanita lain diluaran sana. Dapat dikatakan nurse Je sudah jatuh cinta pada orang yang menyelamatkannya yaitu Juan, bahkan Juan sudah menjadi obsesi untuk nurse Je. “Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur urusanmu Pak Tua, hanya saja bisakah kau berhenti, berhenti mencari wanita dan berhenti untuk bermain dengan wanita lagi. Dan satu lagi lepaskan dia, buruanmu,” ucap Billa dengan berani setelah dia rasa wanita Juan tadi keluar dari ruangan. Juan menggoyangkan satu kakinya sehingga tubuhnya terlihat ikut bergoyang. “Tidak bisa, tidak ada wanita yang akan kulepaskan terutama dia, aku sudah lama menantikannya. Kalau bisa kali ini aku akan menikahi anak itu agar aku menjadi pewaris seluruh kekayaannya,” jawab Juan seraya tersenyum menadang sendu Billa dan Fikra dengan mata tuanya. “Aku tidak akan mengurusi apapun tentang urusanmu, tapi kali ini aku menyetujui perkataan istriku, hilangkan niatanmu untuk mendapatkan harta Yaksa dan jangan berkhayal untuk menikah dengan anak itu.” Fikra pun ikut menimpali ucapan istrinya sebelumnya. “Sudah kukatakan bukan aku tidak akan melepaskan siapapun, baik itu jalangku, budakku apalagi anak itu. Tolong kalian mengertilah, aku ini sudah tua dan aku kesepian dan aku butuh penerus dan yang pantas untuk menghasilkan penerus keturunanku itu hanya dengan anak itu. Gadis belia, manis, cantik, cerdas, dan yang terpenting dia adalah pewaris Yaksa Group, jadi berhentilah untuk berkhayal aku akan menuruti kemauan kalian dan kalian harus ingat posisi kalian di sini. Karena di sini yang bos itu aku, aku tuan kalian, aku memegang kendali atas kalian− kalian hanya perlu mengikuti perintahku jika kalian ingin aman. Mengerti?!” Juan tetap pada pendiriannya dan tidak goyah sama sekali. Juan keras, dia bertahan tidak memiliki istri sampai umurnya saat ini hanya agar dia dapat bermain-main dengan banyak wanita tanpa harus memusingkan mengurus istri, dia tidak berbagi harta dengan istrinya dan dia hanya lelah berkerja untuk dirinya sendiri, bahkan terkadang dia lupa lelahnya berkerja karena hanya ingat lelahnya berolahraga ranjang dengan wanita-wanitanya. Pada awalnya dia tidak memikirkan tentang keturunan, bahkan rasanya dia menjadi muda kembali setelah 3 tahun dia mendapatkan seorang perawat yang merawatnya seperti seorang bayi kembali yaitu Nurse Je. Juan tidak berbohong tentang dia nyaman dirawat oleh nurse Je, bahkan dia menjadi jarang membawa wanita, hanya jarang bukan dihentikan langsung karena dia tetap butuh wanita lain. Hal itu sudah menjadi candunya yang sulit untuk dirubah termasuk sudah ada nurse Je di sisinya. Tapi setelah satu tahun belakangan, dia merasa dia sakit-sakitan dan dia butuh pewaris. Dia sedang dimasa puncaknya, dia mudah lelah dan sering drop karena kesibukannya ditambah dia memiliki rencana besar baru lainnya yaitu membuat sebuah pulau kosong miliki keluarga Yaksa menjadi tempat perjudian dan prostitusi terbesar se-Asia. Itu cita-cita barunya, dan dia harus mencapainya. Sehingga suatu penyelidikan dilakukan dia mendapatkan fakta mengejutkan sekaligus angin segar untuk Juan, yaitu keluarga Yaksa tidak mati sepenuhnya, perusahaan besar yang memiliki ratusan cabang anak perusahaan itu masih berjalan dan berkembang pesat serta memiliki kestabilan saham yang luar biasa. Satu hal yang lebih menarik perhatian Juan lagi adalah anak bungsu dari Yaksa family. Seorang putri bungsu yang masih hidup dan dirawat oleh adik dari nyonya Yaksa. Putri itu pada tahun ini sudah berumur 18 tahun, saat itulah sebuah pikiran muncul pada otak serakah Juan, yaitu dia ingin menikah dengan putri pewaris Yaksa Group, dan memiliki keturunan dari benihnya yang ditanam pada rahim calon istrinya itu. Maka dari itu pergerakan mulai dia lakukan untuk mendapatkan putri bungsu itu untuk dia jadikan istri segera. Tapi walau begitu, penasehat sekaligus asisten Juan menyarankan untuk tidak terlalu keras dan terburu-buru untuk mendapatkan putri itu, karena itu akan berdampak buru pada keberlansungan rencananya. Setelah mendengar alasan dari asistennya itu Juan akhirnya setuju untuk pelan-pelan mendapatkan anak itu. Asisten Juan menyadarkan Juan jika ingin memiliki keturunan dari anak itu maka Juan juga harus pelan-pelan mendekatinya jika tidak ingin anak itu marah dan berdampak buru pada hubungan mereka kelak. Masuk akal dan diterima oleh Juan. Jadilah saat ini tujuan utama Juan terbagi menjadi 3 dengan urutan kepentingan yang sama, pertama dia ingin menikah dengan putri Yaksa, kedua memiliki anak sebagai pewari selanjutnya, dan yang ketiga dia bisa menjalankan cita-citanya untuk membangun pulau judi dan prostitusi. Baginya cita-citanya sungguh mulia dan dia tetap akan mencapainya, menjadikannya nyata. “Jangan bermimpi!” Tidak sadar Billa meninggikan suaranya bahkan terdengar membentak Juan yang menceritakan keinginannya terhadap putri bungsu Yaksa yang saat ini dirawat oleh keluarga Hasbie. “Aku tidak bermimpi. Maka dari itu aku butuh kalian untuk mendapatkan anak itu, anak itu adalah kuncinya. Jika aku mendapatkan dia makan seluruh miliknya akan mengikutinya. Setelah mendapatkannya aku akan istirahat untuk beberapa bulan kedepan karena aku akan menuat anak terlebih dahulu, aku sungguh tidak sabar untuk hal itu terjadi. Tenang saja aku akan tetap menikahinya dan menjadikannya istri yang paling bahagia di dunia karena aku akan membuatnya menjadi ratuku. Jadi…, kalian tidak perlu khawatir pada anak tetangga kalian itu akan kuperlakukan buruk karena itu tidak akan terjadi.” Juan masih bercerita dengan penuh khayalan dan rencana-rencana masa depan miliknya. “Sayang, apa umur segitu masih menghasilkan sel telur yang berkualitas untuk membuahi Aliana kelak?” tanya Fikra dengan suara pelan berbisik pada Billa yang berada di sampingnya. Bisikan Fikra yang terdengar lugu itu membuat Billa ingin memukul kepala suaminya itu. Tapi walau begitu dia tidak melakukannya dan tetap menjawab pertanyaan suaminya itu dengan bisikan pula, “bisa iya bisa tidak, tapi kemungkinan berhasil dibuahi itu hanya sekitar 20% sisanya tidak tahu.” Itu hanya perhitungan dari Billa agar suami paham peluang untuk Juan dapat membuahi Aliana sesuai rencananya. “Jika kalian meragukan aku bisa atau tidak membuahinya anak itu, maka kalian meragukanku. Aku ini sehat dan beberapa kali aku sudah membuahi wanita hanya saja aku membayar mereka jadi mereka harus menggugurkannya,” jelas Juan karena dia mendengar sedikit pembicaran Billa pada Fikra. “Itu dulu bukan sekarang.” Billa menyanggah Juan dengan santai sambil menyandarkan tubuhnya disandaran sopa. “Lagipula bukannya kau bisa membuahi wanita tadi jika kau menginginkan pewaris, lebih mudah dan tidak perlu susah-susah mendapatkan anak Yaksa,” celetuk Fikra. Bukannya dia tidak paham dengan jalan rencana Juan. Dia hanya pura-pura tidak paham jalan rencana Juan tadi. Dia mempertimbangkan ucapan istrinya sebelum mereka berangkat yang menyebabkan mereka bertengkar saat itu. Ada rasa tidak rela di hati Fikra mendengar Juan ingin menikahi Aliana gadis yang masih berumur 18 tahun itu untuk dijadikan istri dan hamil anak dari Juan. Perbedaan umur menjadi salah satu pertimbangan Juan yang memberatkan Juan untuk tidak setuju, selanjutnya adalah Juan adalah banknya wanita maka sudah dapat dipastikan sudah begitu banyak lubang wanita yang dia kunjungi, dan itu membuat Fikra merasa tidak seharusnya milik Juan yang kotor menjamah Aliana yang masih bersih, dan dia tidak membayangkan jika hal itu terjadi pada putrinya. “Benar kata Billa, aku tidak rela jika Salsa yang menikah dengan Juan.” (f) ….   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN