Belum Berakhir

1027 Kata
“Menarik,” seru Kenan. “Kau punya minat untuk menjual designmu ini padaku? Dan membantuku untuk membuatnya menjadi nyata, aku tertarik untuk mengikut sertakan gaun ini di acara nanti,” tutur Kenan membuat Aliana menghentikan kegiatannya dan mengangkat kepalanya untuk menatap Kenan yang berada di sampingnya masih di posisi yang sama, menopang tubuhnya dengan sebelah tangannya di atas meja yang sama dengan meja tempat Aliana menggambar. “Kau bercanda?” tanya Aliana memastikan, karena ia terkejut sekaligus tidak percaya dengan ucapan Kenan tadi. “Apa aku terlihat sedang bercanda saat ini Angel,” balas Kenan lagi dengan menyebut Aliana sebagai Angel. “Nama itu lagi,” batin Aliana. Tetapi ia tidak memperdulikan Kenan yang menyebut nama itu. Aliana mencoba senatural mungkin untuk tidak memperdulikan panggilan dari Kenan. “Baiklah… tetapi aku masih ragu apa designku ini benar-benar manarik dan cocok untuk bersanding di cat walk nanti bersama gaun-gaun rancanganmu, Ken,” ucap Aliana, ia sedikit minder dengan Kenan yang memang diakui sebagai seorang perancang busana professional dengan pendidikan yang ia tempuh pun tidaklah main-main. Berbedanya dengannya, seorang buruan, sekolah saja hanya lulus SMA dan tidak melanjutkan pendidikan lagi di bangku kuliah. “Aku memang kaya katanya, tetapi apa gunanya kekayaan aku saja tidak berpendidikan, sekolah saja aku tidak bisa,” pikir Aliana menyadari bahwa dirinya hanya seorang gadis yang baru saja berumur 18 tahun dan hanya lulusan dari SMA. “Jangan mider begitu nona Alia, aku bahkan berpikir jika kau itu pernah kursus dan diajarkan oleh seorang yang professional dalam bidang fashion sehingga gambarmu sebagus ini dan lagi gaun yang kau buat ini bukan main-main ini sangat bagus, memiliki rasa,” jelas Kenan sambil memperhatikan gambar Aliana. “Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tetapi jika kau memang menginginkannya…ambillah,” ujar Aliana sambil memberikan kertas putih gading yang sudah terdapat sebuah design di atasnya. Kenan balas menatap Aliana dengan tidak percaya, “semudah itu kau memberikannya?” tanya Kenan tidak percaya. … “Ya, anggap saja ini balas budiku, kau sudah menyelamatkanku beberapa kali,” balas Aliana sambil tersenyum masih dengan tangan yang memegang kertas gambar itu menyodorkannya pada Kenan yang ada di sampingnya. Kenan menerima kertas milik Aliana tadi dengan senyum senangnya. “Kau sungguh baik the little sister Angel,” ujar Kenan sambil menyentuh kepala Aliana dengan telapak tangannya memberikan pusutan mengacak rambut Aliana. “Kau merusak rambutku!” kesal Aliana pada Kenan yang terkikik karena amukan dari Aliana.    .. Di sebuah mobil terdapat seorang laki-laki sudah hampir lanjut usia duduk tenang di kursi penumpang dengan seorang sopir yang mengemudikan laju mobil dengan kecepatan sedang. Laki-laki itu adalah seorang gubernur yang sudah menjabat sebanyak 2 periode, pada masa jabatannya habis maka ia pun juga akan terkena pension karena umurnya. Laki-laki duduk dengan tenang dengan wajah datar dan dinginnya karena kaca gelap mobil yang ia tumpangi berwarna hitam gelap sehingga orang-orang yang berada di luar tidak dapat melihat apa, siapa, kenapa, dan bagaimananya orang yang berada di dalam mobil itu. Sungguh tidak ada yang akan tahu itu. Suasana di dalam mobil itu sangatlah dingin, tetapi tiba-tiba berubah saat sang sopir menepikan mobilnya dan membuka kaca jendela mobil menampakkan sang gubernur yang berada di dalam mobil, berada di bangku penumpang belakang. Ialah Jaun, Juan Kelino gubernur 2 periode dengan segala kebijaksanaan dan wibawanya di mata masyarakat kota tersebut. Masyarakat melihat Juan berada di dalam mobil sambil tersenyum ramah dan sangat hangat pada masyarakatnya. Ia melambaikan tangannya karena tepat di depannya adalah sebuah pasar tradisional yang baru saja selesai dari renovasi dan penertiban agar pasar tersebut terlihat lebih rapid dan ramah saat dipandang. “Ingin turun Tuan,” tanya sang sopir. “Tidak, aku di dalam saja,” jawab Juan masih dengan senyum dan lambaian tangannya dari dalam mobil. “Apa kabar ibu-ibu? Apakah nyaman berbelanja di pasar yang baru ini?” tanya Juan mencari perhatian pada ibu-ibu yang menggeromboli mobilnya. Banyak masyarakat yang mengelilingi mobil tersebut, sekedar ingin bersalaman atau untuk mencium tangan sang gubernur.    ... Akhirnya, Brian mengaku atas sikapnya untuk menjauhkan Aliana dari kedua orang tuanya yang saat itu sudah di penjara atas kasus pembunuhan yang dibuka kembali. Kasus pembunuhan yang sudah hampir 19 tahun ditutup itu kini buka kembali karena desakan dari Brian yang sangat mengusahakan untuk kasus itu dibuka kembali, mereka juga membawa Aliana sebagai Angelina Yaksami putri satu-satunya sekaligus anak bungsu dari keluarga Yaksa yang masih hidup sampai saat ini. Awalnya mereka tidak percaya dan tidak dapat percaya karena pembantaian itu tidak menyisakan satu anggota keluarga pun yang tersisa, dan semua data yang mereka dapat kumpulkan pun semuanya tidak terdaftar nama Angelina Yaksami atau Aliana Awari, tidak ada satupun jejak yang mengatakan bahwa keluarga Yaksa itu memiliki anak perempuan yang masih hidup. Keluarga pengacara terkenal itu tidak meninggalkan satu jejak pun yang tercatat nama Angelina, mereka tentu saja bingung karena Aliana bersikeras mengatakan bahwa ia benar anak terakhir yang masih hidup. Kemudian Aliaan pun menceritakan bagaimana dia bisa bertahan hidup sampai saat ini, dan tanpa diketahui oleh pembantai yang membuat seluruh anggota keluarga Yaksa tewas bahkan saat pelayan serta penjaga mansion mewah itu tidak ada satu pun yang masih hidup. Aliana menceritakan jika saat kejadian pembantaian itu terjadi Angelina yang berumur 6 bulan dibawa jalan-jalan oleh sang paman bernama Hasbie, adik laki-laki dari Zura, mama kandung Aliana. Karena kebetulan itulah Aliana selamat dari tragedy pembantaian yang bisa saja juga membuatnya terbunuh jika ia berada di mansion mewah itu pada hari kejadian naas itu terjadi. Sebuah keberuntungan bagi Aliana, Yasa belum mendaftarkan kelahirannya di dalam daftar nama keluarga dan juga Yasa memang merahasiakan identitas seluruh anaknya dari anak pertama hingga anak terakhirnya yang baru saja lahir. Catatan kelahiran dari Angalina memang ada dan beruntung catatan itu sudah diamankan dengan cepat oleh Hasbie saat tahu penyerangan terjadi di kediaman Yaksa dan menewaskan seluruh anggota keluarga dan pekerja di dalamnya. Hasbie yang tidak kalah pintarnya dapat bekerja dengan cepat untuk memalsukan dan menghapus seluruh catatan kelahiran Angelina agar tidak terbaca oleh media, penyidik, bahkan yang sangat dihindari adalah penjahat yang sudah menyerang keluarga Yaksa. Aliana menceritakan pada pihak kepolisian dan penyidik bahwa Hasbie memiliki catatan keliharannya yang asli yang di dalamnya menyatakan bahwa ia adalah anak bungsu dari keluarga Yaksa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN