Akhirnya Semua Terkuak

1528 Kata

Fajar memandang penuh arti ke arah Ibu, lalu berganti arah ke sosok wanita paruh baya lainnya. Aku tahu ada sesuatu yang ingin disampaikannya, tapi masih ditahannya. Kuamati dua sosok yang berarti dalam hidupku ini lamat-lamat. Lalu cukup, tak tahan menebak sendiri. Aku memutuskan bertanya. "Ada apa sebenarnya Bu, Tante? biasanya kalian tidak begini?" tanyaku menghentikan perdebatan mereka. Sontak keduanya kaget. Tante Yuna masih meremas jemarinya. Aku tahu dia mencoba menetralkan kegugupannya dengan cara seperti itu. Sudah kucermati gaya bicaranya sedari tadi. Raut wajahnya pun tidak bisa berbohong, mudah sekali menebaknya. Aku menatapnya tajam. Justru aku paling sulit menebak gestur Ibu. Dia sangat mudah mengendalikan gerak tubuh dan raut wajahnya saat berbicara. Saat kupikir dia ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN