Ketegangan penuh drama

1569 Kata

Aku masih menangis sesegukan dalam dekapan Fajar--adikku. Tidak tahu harus bagaimana lagi menyikapi ini semua. Rasanya seperti mimpi buruk yang datang tiap malam dalam tidurku. "Cahaya, dengarkan Ibu dulu, Ibu bisa jelaskan semuanya," bujuk Ibu merangsek maju dengan membawa kursi rodanya menuju ke arahku. "Tahan, Nyonya Tiar, tetap disana. Kakakku tidak akan mau berdekatan dengan Anda yang merupakan seorang pembohong." Fajar mendesis sinis dan mengarahkan telapak kanannya ke udara untuk menghentikan gerak Ibu yang mencoba mendekatiku. "Tante Yuna! bawa komplotanmu itu keluar dari sini, kami tidak ingin melihat wajahnya lagi." Fajar dengan lancang menunjuk wajah Ibu dengan telunjuknya dan memaksa Tante Yuna membawanya keluar. Ibu menggeleng. "Tidak Jar, kasih Ibu kesempatan untuk menjel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN