Mulai Tak Jujur

1497 Kata

Badan terasa sakit sekali. Apa ini juga karena kondisiku yang sedang berbadan dua? Setelah selesai makan malam, kami membubarkan diri masing-masing. Aku masih tetap mengajak Ibu berbicara. Walaupun cuma dibalas oleh beliau dengan anggukkan atau gelengan kepala. Terserah. Aku tidak ambil pusing, yang sekarang harus kupikirkan adalah kesehatanku dan jabang bayi yang ada dalam kandungan. Aku harus bahagia. Itu adalah kalimat yang selalu kudengungkan agar mensugesti diri ini untuk selalu berpikir positif. "Mas, bisa 'kan besok ngantar Aya ke rumah sakit? Cek kandungan memastikan berapa bulan kehamilan ini," tanyaku saat merebahkan diri di samping Mas Bintang, suamiku. Bagaimanapun juga, aku harus melibatkan dia dalam kehamilan ini karena dia adalah ayah dari calon anak yang sedang kukandung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN