Akhirnya Jujur

1632 Kata

Sinar mentari pagi menyapa dari balik tirai jendela kamar inapku. Jendela kamar ini menghadap ke taman depan. Aku bisa melihat aktivitas orang yang lewat hilir mudik masuk ke dalam rumah sakit. Keadaanku sudah mulai membaik. Pusing dikepalaku sudah tidak pernah muncul lagi. Tidak ada pula sakit berat yang kurasakan di anggota tubuhku yang lainnya, kecuali nyeri di hatiku, masih terasa sakitnya sampai saat ini. Hari ini kuputuskan membujuk Fajar agar meminta dokter mengizinkanku pulang. Bosan terlalu lama berada di sini hanya tidur rebahan dan melihat pemandangan yang sama setiap hari. "Fajar, kamu kemana saja semalam? Kakak cari kamu tidak ada disini," ujarku membuka obrolan ketika Fajar masuk ke dalam. Posisiku dalam keadaan duduk, aku sudah bisa menegakkan tubuh. Lelah rasanya kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN