Menolak Pisah

1549 Kata

"Hei! Kok malah bengong? ya sudah, istirahat gih, biar cepat sehat. Nggak mau 'kan nginap disini lama-lama," ucap Mas Daffa sambil membenarkan selimut yang menutupi tubuhku. Kuturuti nasihatnya sembari netra ini menatapnya lekat. "Sudah, cukup lihatinnya, nanti aku ge-er loh, aku memang ganteng kok, sudah dari sananya," kelakarnya membuat kedua sudut bibirku tertarik sedikit keatas. Ucapannya cukup membuatku ikut tersenyum. Astagfirullah ... Kenapa aku melihat Mas Daffa segitunya? Aku menggelengkan kepala dan berpaling memunggunginya. Berpura memejamkan mata ini walau sebenarnya banyak pertanyaan dalam benakku. Apa yang terjadi saat aku belum sadarkan diri? Bagaimana kondisi ibu mertua saat ini. Haruskah aku menjenguknya? Bukankah dia berada di rumah sakit yang sama denganku. "Maaf Ya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN