"Cahaya! Bangun sayang." "Ya, ini Mas Bintang Ya, bangun. Jangan tinggalkan Mas. Mas tidak bisa hidup tanpamu sayang." 'suara itu, aku tidak mau mendengarnya, aku membencinya. Kenapa terdengar sangat dekat di telingaku. Ini dimana? Kenapa gelap sekali'. *** Mataku mengerjap saat sayup-sayup terdengar suara orang yang sedang berbicara berada sangat dekat denganku. "Alhamdulillah, Kak Aya sudah sadar!" pekik Fajar langsung menghampiriku dan dengan lembut mengusap sudut mataku yang basah dengan ujung jarinya. Basah? Apa aku menangis? "Jar! Kamu tunggulah disini, aku akan panggilkan dokter." Kulihat ada sosok Mas Daffa berdiri di samping Fajar. Dia berlalu pergi meninggalkan kami. Memanggilkan dokter, untuk apa? Siapa? Aku ada dimana? Aku mengedarkan pandangan ke seluruh sisi ruangan.

