Vega menghela napas pelan, menutup matanya dengan erat dan berdoa dalam hati seraya menggenggam erat testpack yang baru digunakannya. Butuh menunggu beberapa saat sampai dia berani membuka mata untuk melihat hasilnya. Vega tersenyum senang matanya berbinar melihat dua garis merah yang tertera di testpack tersebut. Segera dia mengambil ponsel yang tergeletak di samping washtafel, untuk menelepon seseorang. “Kak,” panggil Vega riang. “Ada apa, Vega?” balas Lyra diujung sana. “Bisa antar aku ke dokter kandungan?” Lyra mencerna kata-kata Vega sebelum membalasnya dengan terkejut. “Hah? Apa kau hamil?” Vega terkikik geli. Dia pun menjawab, “iya, aku hamil.” “Aku akan segera ke rumah mu.” Beruntung sekali Altair ada meeting hari ini. Jadi Vega akan memberitahu suaminya nanti sepulang ke

