“Bilang pada pekerja rumah lain, kalian boleh pulang dengan cepat sekarang,” ujar Altair pada kepala pengurus rumah. Altair menggandeng tangan Vega menuju kamar mereka yang berada di lantai dua. Tak ingin melepaskannya meski tahu tangan Vega berkeringat dingin akibat genggaman kuat dari Altair. Sampai di kamar mereka. Vega baru bisa bersuara, “kau jangan mencurigai hubunganku dengan Orion. Kami tidak ada apa-apa.” “Kalau begitu jelaskan padaku kenapa kau kembali menemuinya di belakangku?” Vega bungkam, terkejut dengan Altair yang mengetahui hal itu. “Kau menguntitku? Padahal aku sudah menjadi istrimu Altair. Kau tidak percaya padaku?” “Aku ingin mencoba percaya padamu Vega,” Altair mencengkram kuat kedua bahu Vega, “tapi yang kau lakukan malah sebaliknya. Kau kira aku tidak merasa gil

