19 Tahun kemudian Vega mengambil bucket bunga dari jok belakang. Dengan senyum sumringah di wajah cantiknya meski usianya hampir meninjak 47 tahun. Sengaja, hari ini dia menyetir sendiri tanpa adanya supir pribadi. Karena hari ini adalah momen kelulusan anak satu-satunya. Jadi setelah ini, dia ingin menghabiskan waktu dengan putranya. “Karina? Kau juga datang?” Vega terkekeh pelan melihat sahabatnya yang ternyata juga datang di momen penting putranya. Padahal hari ini adalah hari kelulusan SMP putri wanita itu. “Padahal hari ini aku berniat jalan-jalan bersama Eric.” “Kau harus mengubah rencana mu karena aku dan papahnya akan ikut bersama kalian.” “Papahnya datang?” Vega mengerucutkan bibir, “padahal dia bilang padaku tidak bisa hadir karena ada meeting penting.” Karina tertawa. “S

