BAB 3

1117 Kata
TAMARA POV Jam 4 pagi aku terbangun karena ada yang menggedor pintu rumah. Aku langsung mengintip dibalik jendela & terkejut melihat Dina yang mabuk sambil dibopong Michael. Aku langsung membukakan pintu & menyuruh Michael untuk membawa Dina ke kamarnya " Kenapa Dina sampai mabuk? Kau apakan dia?" Tanyaku sambil berkacak pinggang " Aku sudah memperingatkannya untuk tidak minum alkohol tapi dia memaksa sampai akhirnya dia mabuk" katanya sambil menyilangkan tangannya " Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum ada orang yang melihat kamu disini!" Usirku  " Oke cantik! Besok aku antar kamu ke kantor ya!" Katanya sambil tersenyum penuh arti " Ga usah! Aku bisa berangkat sendiri!" Kataku sambil mendorongnya keluar dari rumah & langsung mengunci pintu agar dia cepat pergi Paginya aku membangunkan Dina untuk sarapan tetapi sepertinya dia sulit untuk dibangunkan karena efek alkohol yang dia minum. Akhirnya aku sarapan sendiri sambil menunggunya bangun tidur. Setelah selesai sarapan aku langsung siap - siap berangkat ke kantor sambil memanaskan motorku. Tiba - tiba Dina bangun & langsung berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya karena alkohol yang dia minum. Aku langsung membuatkannya teh hangat untuk dia minum " Bagaimana Din, udah agak enakan?" Tanyaku sambil memberinya obat & secangkir teh hangat " Udah ra, makasih ya!" Katanya " Iya din! Aku berangkat dulu ya! Makanannya sudah siap dimeja!" Kataku sambil memakai helm " Iya ra nanti aku sarapan!" Katanya Jam 7 pagi aku sudah sampai dikantor sambil melihat mobil Max yang terparkir di depan kantor. Rasanya aku senang hari ini dia masuk kantor " Hai Tamara! Aku daritadi menunggumu datang!" Kata Max sambil berdiri didepan Lobby kantor " Apa yang bisa saya bantu?" Tanyaku sambil merapikan rambutku yang berantakan    " Hari ini aku ada undangan dengan klienku jadi aku mau kamu menemaniku makan siang" katanya sambil menyilangkan tangannya Aku benar - benar kaget dengan perkataannya. Bagaimana bisa aku menemaninya sedangkan aku berpakaian sederhana seperti ini " Maaf Pak tapi bagaimana bisa saya menemani bapak sedangkan pakaian saya seperti ini" kataku sambil melirik bajuku yang kekecilan " Tenang saja! Aku akan mengajakmu ke butik. Kamu bisa membeli baju & yang lainnya disana" katanya sambil menarik tanganku & membawaku untuk masuk ke mobilnya " Kita mau kemana Pak?" Tanyaku " Ke Salon untuk merubah tampilanmu lebih cantik" katanya sambil duduk di sampingku " Mana ada salon yang buka sepagi ini?" Tanyaku  " Tentu saja ada asalkan ada uang semuanya beres!" Katanya mantap Kuakui bos ku yang satu ini memang kaya raya. Dia memiliki banyak perusahaan di dalam & luar negeri jadi tidak heran kekayaannya melimpah " Undangannya jam berapa pak?" Tanyaku memecahkan keheningan " Jam 11.30" katanya Tidak beberapa lama kami sampai di salon. Max menyuruhku untuk masuk duluan karena dia ada urusan sebentar. Satu jam kemudian aku sudah selesai di make over & hasilnya sangat memuaskan. Tiba - tiba Max datang & terpaku melihat ku " You're so beautiful!" Kata Max tanpa mengalihkan pandangannya dariku. Rasanya hatiku berbunga - bunga mendengar pujiannya " Terima kasih Pak!" Kataku sambil menunduk malu " Ya sudah kita ke butik temanku" katanya sambil menggandeng tanganku. Terasa genggaman tangannya begitu hangat membuatku nyaman " Aku suka melihat penampilanmu yang sekarang" pujinya sambil menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan " Terima kasih telah mengajak saya untuk menemani Pak Max" Tatapanku tertuju pada wajahnya yang tampan " Sama - sama Tamara" kemudian Max mengajak ku untuk ke butik memilih gaun yang pas untukku. Setelah memilih gaun yang kusuka aku langsung mencobanya di fitting room. Setelah aku keluar dengan mengenakan gaun pilihanku, tiba - tiba Max datang & terpaku melihatku. " Kamu sangat cantik Tamara! Sayangnya aku sudah beristri" Tiba - tiba aku terkejut mendengar perkataannya tetapi aku pura - pura tidak mendengarnya " Terima kasih sudah mengajak saya kesini" aku menatapnya & dia menatapku seperti orang yang jatuh cinta ? Sepertinya cuman perasaanku saja... Setelah dari butik, Max mengajak ku ke sebuah restoran yang sangat mewah. Aku yakin hanya orang kalangan atas saja yang datang kesini. Max menggandengan tanganku & tatapannya seperti orang yang posessif ketika ada pria yang melirikku membuatku merasa malu " Silakan duduk disini" Max mempersilakan ku duduk di sebelahnya " Terima kasih" sambil membenarkan gaunku yang benar - benar menunjukkan lekuk tubuhku yang berisi Tiba - tiba klien Max datang berdua dengan rekan bisnisnya yang lain & kedua pria itu melihatku dengan tatapan mengagumi " Siang Pak Max! Saya membawa rekan bisnis saya Richard. Siapa wanita disebelah anda?" Pria itu sangat penasaran dengan ku " Sekretaris istri saya namanya Tamara" Max sambil memperkenalkan ku kepada kliennya " Perkenalkan namaku Cliff!" Sambil mencium tanganku yang membuatku jengah " Sekretaris Anda sangat cantik Pak Max!" Richard & Cliff terus menatapku & aku melirik Max yang sepertinya menahan rasa tidak suka dengan dua pria yang ada didepanku " Sekretarisku memang cantik tetapi tidak bisa kalian rekrut untuk bekerja di perusahaan kalian!" Max menatap mereka berdua dengan tatapan yang angkuh " Tenang saja Max kami tidak akan merebutnya darimu! Daridulu kita berdua selalu kalah memperebutkan perempuan karena Max yang selalu menang" Cliff menyindir Max tetapi sepertinya mereka dari dulu selalu berselisih. Setelah berbasa - basi mereka melanjutkan pembicaraan tentang bisnis. Setelah selesai, Max mengantarku pulang ke rumah " Lain kali kamu hati - hati berhadapan dengan mereka. Mereka itu hanya suka mempermainkan perasaan perempuan" Max menatapku & menyingkirkan rambut yang menutup wajahku " Kenapa bapak begitu perhatian & baik terhadap saya?" Tiba - tiba Max menjauhkan pandangannya dariku & tidak menjawab pertanyaanku. Sampai dirumahku pun dia hanya diam " Terima kasih sudah mengantarkan saya" aku keluar dari mobil tapi tiba - tiba Max menarikku dan mengunci tubuhku sampai aku berdekatan dengannya " Kau mau tau kenapa aku begitu perhatian & baik terhadapmu?" Max menatapku dengan pandangan yang tajam " Iya saya ingin tau" bibirku sangat dekat dengan bibirnya sehingga aku bisa merasakan nafasnya yang menggebu " Aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku menginginkanmu!" Kemudian dia melahap bibirku & menciumku dengan ganas. " Tamara...aku ingin menikahimu" aku sangat kaget dengan perkataannya. " Bagaimana dengan Bu Tiara?" Aku langsung melepaskan pelukannya " Aku tidak pernah mencintainya" Max menangkup kedua wajahku sambil mengelus bibirku " Apa maksudnya?" Sambil melepaskan tangannya dari wajahku " Sebenarnya Tiara menjebakku. Dia hanya ingin hartaku saja" Max langsung menundukkan wajahnya " Bagaimana bisa seperti itu?"  " Panjang ceritanya. Aku tidak bisa menceritakannya disini" tangannya menggenggam tanganku " Pasti bu tiara akan kecewa jika mengetahui apa yang kita lakukan" aku tertunduk malu mengingat kejadian tadi " Aku akan menceraikan Tiara. Aku sudah tidak tahan dengan sikapnya yang arogan & oportunis" tiba - tiba dia memelukku sambil membelai rambutku   " Sebaiknya saya cepat kembali kerumah takut sebentar lagi ada orang yang melihat kita" aku melepaskan pelukannya & membuka pintu mobilnya tanpa mengucap sepatah katapun
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN