Holy Maiden

881 Kata
Setelah selesai meramu potion untuk hari berikutnya Rifat dan Carol berpisah di jalannya masing-masing. Carol akan kembali menjadi seorang peramu biasa tanpa ada yang tahu jika dia adalah pemilik toko potion terkenal di kota, dia akan kembali ke keluarganya sebagai wanita biasa. Sementara Rifat… tidak ada hal lain yang dilakukan pemuda itu selain mencari kesenangan. *** Di tengah kota terdapat sebuah katedral kultus dewa cahaya, tempat bagi player mendapatkan job Priest dan paladin atau mempelajari berbagai skill. Namun hal yang paling menarik bagi Rifat pada tempat ini adalah seorang biarawati yang membuatnya terus mendatangi tempat ini hanya untuk sekedar mengunjunginya. Revina Lightsaver, Npc yang menjadi kepala biarawati cabang kota ini. Setiap player laki-laki yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta, namun karena batasan sistem tidak ada seorangpun yang mampu menjadi lebih dekat dengan wanita 25 tahun berdada besar itu. Tapi berbeda dengan Rifat yang tidak sengaja mengetahui cara bagaimana mendekati Revina. Flashback Waktu itu Rifat tengah dalam kondisi gabut, dimana tidak ada yang bisa dia lakukan. Hari telah malam menunjukkan waktu 8:20 waktu game. Rifat yang bosan hanya duduk di dalam katedral memandangi patung dewa cahaya yang merupakan sosok wanita bersayap dengan pakaian ala dewa-dewi Yunani. Hanya 10 menit tersisa hingga katedral ditutup hingga membuat keadaan tempat itu menjadi begitu sepi sekarang. Namun tiba-tiba saja sang saint mendatanginya dan menanyakan apakah Rifat membutuhkan sesuatu. Rifat begitu terkejut karena selama ini belum ada satupun pemain lost heaven online yang mengatakan pernah berbicara dengan sang Holy Maiden ini. Menyadari jika ini adalah kesempatan langka Rifat segera memutar otaknya agar bisa lebih dekat dengan Revina. “Jika tidak ada yang ingin dilakukan maka saya meminta anda untuk meninggalkan katedral dikarenakan waktu berkunjung sebentar lagi habis.” mendengar perkataan Revina membuat Rifat panik, pemuda itu merasa jika dia akan kehilangan kesempatan langka. Namun saat Rifat melihat bilik kamar yang merupakan fitur di katedral membuat pemuda itu memiliki ide di otaknya. “A…aku ingin mengaku dosa.” Rifat berkata dengan agak tidak yakin, dia berpikir jika mungkin Revina akan menolak dan kembali memintanya untuk pergi. Tapi tidak disangka jika wanita berambut merah itu mengizinkan untuk menggunakan kamar pengakuan dosa. Di dalam bilik kamar Rifat kembali diserang oleh kekhawatiran karena dia tidak tahu dengan apa yang akan dia ceritakan. Pemain hanya diberi waktu selama 1 jam untuk menggunakan kamar pengakuan, itu membuat Rifat semakin panik. “Itu adalah kebaikan karena monster merupakan sebuah entitas jahat yang memang harus dimusnahkan, jadi kau tidak perlu merasa bersalah karena itu.” terdengar suara yang begitu datar dari kamar sebar. Ding. [Kesukaan Npc Revina Lightsaver -10, jika tingkat kesukaan berkurang lebih jauh akan berpotensi membuat Npc memusuhi player] Mendengar notifikasi yang baru saja ia dengar membuat kepanikan Rifat semakin menjadi-jadi. Dia tidak tahu sebenarnya ada banyak Npc yang berusaha mendekati Revina sama sepertinya, mereka menggunakan bermacam-macam alasan hingga Revina paham dengan trik-trik mereka. Karena itu dengan cepat Revina menyadari jika Rifat hanya sedang mencoba menarik perhatiannya. Waktu yang tersisa hanya setengah jam, melihat itu Rifat merasa jika tidak memiliki kesempatan untuk mendekati wanita di balik bilik. ‘Yah karena sudah pasti akan gagal kenapa aku tidak menceritakan padanya bagaimana aku mendapatkan banyak teman sex.’ Rifat berpikir mungkin jika dia menceritakan hal-hal tidak senonoh pada seorang biarawati maka hukumannya akan langsung dibunuh di tempat. Tapi pemuda itu tidak peduli karena terlanjur kecewa tidak bisa mendekati Revina. Namun Rifat tidak pernah menyangka jika efeknya malah sebaliknya. “Aku terus mendorongnya sambil membisikkan kata-kata manis penuh kebohongan agar pertahannya semakin melemah, hingga pada saat yang tepat aku segera mengambil kesempatan untuk mengambil apa yang berharga baginya. Aku menikmati tubuh gadis itu lebih dulu dari pacarnya, sehingga pemuda menyedihkan itu hanya mendapatkan ampas bekas dariku.” Tidak ada tanggapan dari Revina yang berada di balik bilik, namun Rifat dapat mendengar nafas wanita itu yang semakin berat saat dia terus bercerita. “Aku benar-benar putus asa, ingin rasanya aku menghentikan semua tindakan keji ini. Namun saat mataku melihat keindahan dari sosok wanita membuat hasrat ku mengambil alih tubuhku…..” Rifat menghentikan perkataannya saat pendengarnya mendengar suara becek dan erangan yang tertahan. Ding [Tingkat kesukaan Npc Revina Lightsaver +20, jika tingkat kesukaan terus bertambah bisa menaikkan tingkat kesukaan pada player menjadi Kenalan] Mendengar pesan sistem seketika membuat senyum licik mengembang di bibir Rifat. *** “I… i.. itu adalah tindakan yang sungguh jahat, kau harus menghentikannya.” dari sebrang Revina berkata dengan terbata-bata, sangat berbeda dengan suaranya beberapa menit lalu yang terdengar begitu bosan. “Aku pun mengingatkan itu, namun apalah dayaku yang begitu lemah. Andai saja ada seseorang wanita yang mau membantuku melepas tekanan ini, mungkin tidak ada wanita di luar sana yang akan menjadi korban ku lagi.” Tidak ada balasan dari Revina yang membuat Rifat sadar jika gadis itu saat ini ditengah kebingungan, ‘Hanya satu dorongan lagi.’ batin Rifat. “Kalau begitu aku mohon diri sekarang, terimakasih untuk yang mulia Holy Maiden karena telah mau mendengarkan cerita kotor dari ku. Mungkin saat aku keluar dari sini akan ada wanita lainnya yang aku jatuhkan moralnya.” setelah mengatakan itu Rifat bangkit dari tempat duduk. Rivan masih tidak mengatakan apapun namun dia terlihat gusar, hingga akhirnya saat Rifat membuka pintu bilik tiba-tiba Rivan mencegah pemuda itu pergi. “Kena kau.” *** Banyak yang baca tapi nggak ada yang berani komen. Hahaha.… Dasar para impoten.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN