Setelah diperbolehkan pulang oleh dokter, Riski memutuskan untuk kembali ke kota tempat kuliahnya dan untuk sementara tinggal bersama keluarga yang ada di sana. Laki- laki itu masih membutuhkan kurk untuk berjalan dan masih harus rutin melakukan terapi. Kara sudah mencarikan rumah sakit terbaik di kota itu dan menjamin semua biaya terapi laki- laki itu hingga sembuh. Kara tak tahu apa lagi yang bisa ia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya. Ia hanya bisa memberikan perawatan yang terbaik agar laki- laki itu cepat pulih seperti sedia kala. Kara tahu ia tidak akan bisa menebus kehilangan laki- laki itu. Kara hanya menggelontorkan uang, tapi laki- laki itu kehilangan saudaranya. Riski dijemput oleh salah satu kerabatnya dan langsung dibawa menuju bandara, Sementara

