Di pagi menjelang siang hari ini, rasanya Arash tak ingin berhenti tersenyum. Masih tak menyangka dia bisa berinteraksi sejauh ini dengan Arsyila. Lelaki itu sempat salah mengira dan berpikir bahwa Arsyila adalah tipe perempuan sombong dan tidak asyik diajak ngobrol, ternyata tidak. Wanita itu bisa menjadi teman ngobrol yang asyik dan Arash berharap, ini adalah awal yang baik untuknya dalam memulai hubungan baru bersama Arsyila. Hubungan dalam artian karyawan magang dan manajer. Menurut Arash, jalannya semakin terbuka untuk bisa belajar banyak tentang perusahaan, mulai dari nol. Apalagi, Arash yang begitu menyayangi mamanya juga cukup bahagia mendengar pengakuan Arsyila bahwa mamanya itu baik, juga cantik. Pujian-pujian yang Arsyila berikan untuk Laura, membuat Arash yakin bahwa Arsyila

