Merelakan dalam rentang yang tak pernah berhenti. Menolak kemauan hati dan keinginan yang terus mendesak. Tapi pada satu nama yang masih berarti, tidak akan hilang meski dunia mengingkari. *** Seperti tengah menggenggam bara api, Altair sudah mengepal tangannya kuat, dengan seluruh emosi yang masih memuncak dikepalanya, dia berusaha meredam amarahnya. Altair menghela napas pertama, dia sudah berada di kantor polisi setempat. Melewati koridor disana dengan sangat cepat, kemudian memasuki sebuah ruangan yang berada diujung. Altair menggeram--menemukan sorot ketakutan di wajah Lea yang terlihat tengah diInvestigasi. "s**t! Siapa menyuruh kalian menangkap kekasihku?!" teriak Altair gusar. Dia mendekati Lea, menarik tangan kekasihnya itu, kemudian membawa Lea dalam rengkuhannya. Mena

