Permohonan

2483 Kata

Merelakan dalam rentang yang tak pernah berhenti. Menolak kemauan hati dan keinginan yang terus mendesak. Tapi pada satu nama yang masih berarti, tidak akan hilang meski dunia mengingkari. *** Seperti tengah menggenggam bara api, Altair sudah mengepal tangannya kuat, dengan seluruh emosi yang masih memuncak dikepalanya, dia berusaha meredam amarahnya. Altair menghela napas pertama, dia sudah berada di kantor polisi setempat. Melewati koridor disana dengan sangat cepat, kemudian memasuki sebuah ruangan yang berada diujung. Altair menggeram--menemukan sorot ketakutan di wajah Lea yang terlihat tengah diInvestigasi. "s**t! Siapa menyuruh kalian menangkap kekasihku?!" teriak Altair gusar. Dia mendekati Lea, menarik tangan kekasihnya itu, kemudian membawa Lea dalam rengkuhannya. Mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN