Luka Hari Pertama

2232 Kata

Jika memang setelah semua ini tidak pernah ada kita, bolehkah kutukar dengan tidak usah saja mengenalmu sejak awal? Karena ini seperti mencekik hingga tersiksa lalu terkubung dengan semua luka. *** Altair sudah berdiri di depan ruang kantor polisi tempatnya menemukan Lea sebelummya. Menatap para polisi itu dengan senyum penuh kemenangan, Altair menghujanji mereka semua dengan kilatan tajamnya. Seperti tidak peduli pada siapa dia sedang berhadapan kali ini, karena semuanya sudah kacau total. Lalu Altair dibuat semakin tersiksa karena dia sendiri harus mengacaukan semua itu. Melanggar semua janji-janjinya kepada Lea. Bahkan meninggalkan wanita itu tanpa mampu melawan kehendak Papanya. Seperti ribuan benda tajam menikam hatinya, apalagi ketika Lea terlihat berjalan mendekat. Melewati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN