Lebih baik kita menjelma sebagai asing yang tak kenal, lalu masing-masing terdiam pada tatap yang tak pernah sama. Membiarkan itu berlalu tanpa pernah ada kita. *** Kadang, semesta memang senang bergurau. Pada satu waktu yang dapat merubah segalanya, kita hanya perlu berpura-pura menerimanya. Ini sudah pukul dua dini hari dan Lea masih belum memejamkan mata. Bagaimana semua pemandangan dan bangunan mewah yang biasa ia lihat dari dalam apartemen barunya ini, seolah-olah mengejek Lea. Lea menundukkan kepala dalam, menaikkan kakinya diatas ranjang dan memeluknya kuat. Ia menangisi semua yang terjadi berjam-jam. Sejak tadi--bahkan sesampainya di apartemen, Altair masih tidak membicarakan apapun. Namun tidak ingin memikirkan itu, karena Altair pasti lelah seharian ini membantunya. Lea

