Luka Hari Kedua

2402 Kata

Lebih baik kita menjelma sebagai asing yang tak kenal, lalu masing-masing terdiam pada tatap yang tak pernah sama. Membiarkan itu berlalu tanpa pernah ada kita. *** Kadang, semesta memang senang bergurau. Pada satu waktu yang dapat merubah segalanya, kita hanya perlu berpura-pura menerimanya. Ini sudah pukul dua dini hari dan Lea masih belum memejamkan mata. Bagaimana semua pemandangan dan bangunan mewah yang biasa ia lihat dari dalam apartemen barunya ini, seolah-olah mengejek Lea. Lea menundukkan kepala dalam, menaikkan kakinya diatas ranjang dan memeluknya kuat. Ia menangisi semua yang terjadi berjam-jam. Sejak tadi--bahkan sesampainya di apartemen, Altair masih tidak membicarakan apapun. Namun tidak ingin memikirkan itu, karena Altair pasti lelah seharian ini membantunya. Lea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN