Keinginan untuk terus memiliki, masih kian menghantui. Seperti bukan hanya berhenti barang sebentar, tapi untuk selamanya. Karena menemukanmu pada setiap kegilaan, masih bertahan untuk terus mendekap dalam semua keinginan. *** Altair masih bertahan di apartemen Lea. Bahkan, niat untuk berlalu dari sana energinya seakan terkuras habis. Altair membawa Lea dalam rengkuhannya. Membuat posisi Lea berbaring di atas pahanya. Mereka menonton dan juga membicarakan banyak hal. Berbulan-bulan sudah terlewati. Pada apa yang seharusnya tidak terjadi, malah berakhir seperti ini. Perjalanan mereka, kebiasaan mereka dan hubungan mereka menjadi tahap yang dilewati dengan sukacita dan penuh arti. "Altair? Apa lukamu sudah baik-baik saja?" tanya Lea pertama. Baru teringat pada luka yang di dapati

