Tok tok tok..
Pintu kamar Kenzo di ketuk. Pria itu sedang focus bekerja di laptopnya sembari duduk bersandar pada headboard ranjang.
Tok tok tok..
Kembali kedua kalinya pintu kamar Ken di ketuk. Tidak lama setelah itu terdengar suara wanita yang sangat di sukai Kenzo. Reflex Ken tersenyum menatap kearah pintu yang masih tertutup itu.
"Zo.. apa kamu di dalam?" Tanya wanita itu yang adalah Asya.
"Ya. Masuk Sya" jawab Kenzo dari dalam, kemudian Asya membuka pintu besar itu dan berjalan masuk ke dalam kamar Ken. Asya berdiri tidak jauh dari pintu.
"apa kamu sibuk?"
"tidak.. aku hanya mengecek beberapa laporan saja. kemarilah.." Ken meletakkan laptopnya di atas nakas samping ranjang, kemudian menepuk nepuk ranjang sampingnya berniat meminta Asya duduk di sampingnya. Asya pun menurut, dia duduk di samping Kenzo dan bersandar di headboard.
"ada apa sayang?" kebiasaan Ken memanggil Asya dengan sebutan sayang ini memang dulu sempat diprotes oleh Asya. namun Ken tidak peduli dengan larangan Asya itu, sampai pada akhirnya Asya sudah terbiasa dan membiarkan saja.
Bukannya menjawab Asya malah menunduk dengan memainkan kukunya. Seperti bingung ingin mengucapkan kalimatnya.
Ken mengerutkan dahinya menatap Asya dan segera memposisikan tubuhnya bersila menghadap Asya. tangannya di ulurkan untuk menarik pelan dagu wanita yang masih setia menundukkan wajahnya.
"hei.. ada apa? Apa kamu sakit?" Tanya ken menebak. Tapi Asya hanya menggelengkan kepalanya.
"kalau bukan sakit lalu ada apa? Apa kamu kesini karena merindukanku?"
Mendengar pertanyaan kepedean dari Kenzo membuat Asya reflex mendongakkan wajahnya dan mencubit sedikit perut Ken yang tidak ada lemaknya itu.
"jangan kepedean!" ketus Asya sembari melotot menatap Ken. Membuat pria itu tertawa lepas.
"ih malah ketawa si tarzan.. bisa sabar tidak? Aku benar benar gugup asal kamu tahu." Kesal Asya mengerucutkan mulutnya.
Ken gemas sekali melihat wajah Asya yang cemberut seperti itu. Tangan kanannya di buat menyangga kepala sembari menatap intens wajah cantik wanita yang dia cintai.
"oke.. aku akan menunggumu sampai kamu siap"
"emm.. Zo..."
"ya sayang..?"
"a-aku.. ingin.. memberikan jawabanku."
Deg.
Kenzo segera menegakkan tubuhnya terkejut dan tegang saat tahu kalau wanita yang di cintainya ini akan memberikan jawaban lamarannya.
Asya menatap mata Kenzo.
"tapi sebelumnya bisakah aku menanyakan sesuatu?" Tanya Asya.
"tentu saja.. apapun yang ingin kamu tahu aku akan memberitahumu Sya"
"apa orangtuamu membenciku? Bagaimana dengan Putri Amira? sudah pasti dia tidak nyaman dengan keberadaanku kan Zo.. apalagi kamu adalah kakak ipar dari ayah kandung As-"
"Sya." Ken menyela kalimat Asya. tangannya menggenggam kedua tangan Asya.
"aku sangat tahu apa yang kamu takutkan apabila kamu bersamaku. Aku katakan dengan jelas padamu Asya.. Aku tidak peduli pendapat maupun keinginan oranglain termasuk keluargaku. Yang aku mau hanya kamu. Kalau kamu tidak nyaman dengan mereka aku bisa dengan mudah melepaskan mereka dan keluar dari keluarga Khalid. Hidupku sama sekali tidak bergantung pada mereka. justru mereka yang rugi kalau mereka menentang keinginanku" jelas Kenzo meyakinkan Asya.
"kalau aku sudah memilihmu. Tidak ada yang bisa melakukan apapun. Aku bukan Athar.. dan aku tidak akan pernah sama seperti dia"
Memang benar. Kenzo lebih bebas daripada Pangeran Athar. Ken bisa melakukan apa pun semau hatinya. Sedangkan Athar tidak bisa melepas status yang melekat di dirinya sehingga mengorbankan Asya. tapi itu tidak akan terjadi kalau Asya bersama Kenzo. Itulah tekat Kenzo.
Asya tertegun mendengar pernyataan Kenzo. Sampai seperti itu pria di hadapannya ini berkorban untuknya.
"maaf Ken.." ucap Asya membuat kening pria itu mengerut bingung.
"maaf untuk apa?"
"maaf.. karena aku membuatmu menungguku lama.. a-aku.. aku.. menerimamu menjadi pendampingku dan menjadi ayah Asytar" Asya tersenyum sembari sedikit menangis mengucapkan hal itu.
Deg!
"Asya? a-apa aku sedang bermimpi?" Tanya Ken terkejut mendengar jawaban dari Asya yang selama 3 tahun ini dia harapkan.
"No. ini bukan mimpi Zo. Aku mau menikah denganmu!" Asya spontan mencubit kedua pipi Kenzo supaya pria itu sadar kalau itu bukanlah mimpi.
Bukannya kesakitan karena di cubit Asya, Ken malah tersenyum sangat sangat cerah. Kemudian menarik Asya kedalam dekapannya.
"terimakasih.. terimakasih Asyaku.. aku janji aku akan selalu membuatmu dan As bahagia"
Asya mengangguk dalam dekapan Kenzo. Tanpa sadar airmatanya mengalir begitu saja karena rasa bahagianya.
'ya Tuhan.. aku harap ini adalah keputusan terbaik untukku dan As' batin Asya.
**
Hari ini adalah hari ulang tahun Asytar Zyn yang ke 3. Kalau ada yang Tanya kemana nama belakang As yaitu Rashaad? Tentu saja sebenarnya ada. Hanya saja Asya tidak pernah menyebutkannya, sehingga As sendiri pun hanya terbiasa mendengar namanya adalah Asytar Zyn. Asya berencana menanggalkan nama belakang ayah kandung As sejak Asya bertekad tidak ingin membawa pergi dari Athar selamanya. Asya tidak ingin berpisah dengan putranya.
Bersamaan dengan ulang tahun As. Asya dan Kenzo melangsungkan pernikahan mereka setelah perayaan ulang tahun As di rooftop mansion.
Mereka mengadakan pesta yang sederhana tapi terlihat hangat. Hanya di hadiri orang orang terdekat Asya seperti Nala dan orangtuanya, para pelayan dan anak anak buah Kenzo.
Mereka sengaja tidak memberitahu keluarga Kenzo sekarang, karena Asya ingin pernikahan mereka di saksikan oleh putranya As. Dan oranglain tidak ada yang boleh mengetahui tentang As yang adalah putra Asya.
Di sisi lain Kenzo juga tidak ingin terlalu banyak orang luar mengetahui tentang istrinya, untuk berjaga jaga kalau ada musuh yang ingin membalas dendam pada Ken melalui keluarga kecilnya itu.
-
"aku tidak suka kamu memakai gaun ini sayang" bisik Ken di telinga Asya.
"kenapa? Apa gaunnya jelek?" Tanya Asya tidak paham.
"bukan itu.. Gaunnya indah, sangat cocok di pakai wanita tercantik di bumi ini.. tapi aku tidak rela orang lain melihatmu memakai gaun seperti ini. membuatku ingin menyembunyikanmu di dalam selimut" jelas Ken dengan senyum nakalnya.
Ctak!
Asya menyentil dahi Kenzo. "aduh!"
"bicara apa sih?! Tarzan sepertimu bukannya tidak suka pakai selimut." Ucap Asya yang masih dengan mode tersenyum kepada orang orang yang hadir di acara pernikahan dan ulang tahun As.
"khusus untukmu akan aku pakai" bisik Ken di telinga Asya.
"Bundaa.. Daddy.." panggil As berlari kearah mereka dengan membawa pedang pedangan mainanya.
"halo sayangnya Bunda-"
"sayangnya Daddy juga" Kenzo menyela hingga membuat Asya melirik sebal kearahnya.
"aku- juga sayang Daddy Ken" As mengangkat kedua tangannya hendak meminta gendong pada Daddynya. Ken pun dengan sigap mengangkat bocah kecil yang sekarang sudah resmi menjadi putranya.
"As, ingin hadiah ulang tahun apa dari Daddy?"
"Daddy janji- akan memberi As- hadiah yang As ingin?" Tanya As memastikan.
"tentu saja boy. Katakan, kamu ingin Daddy beri hadiah apa?"
"As ingin hadiah teman.. As ingin bermain dengan banyak teman seperti di dalam yutub" As mengucapkan keinginannya pada Daddynya.
Jika kebanyakan anak kecil meminta hadiah mainan, tidak dengan As di ulang tahunnya yang ke 3 ini. As meminta teman sebayanya.
Selama ini As memang tidak punya teman yang sebaya dengannya. Teman bermainnya selama ini adalah anak anak buah Ken dan hewan hewan peliharaannya saja. tapi semakin besar As pun ingin mempunyai teman yang sebaya dengannya seperti yang sering dia lihat di tv maupun tabletnya.
Deg.
Kenzo maupun Asya menjadi tertegun dengan permintaan sang anak. Karena jika As ingin banyak teman, itu artinya As harus keluar dari persembunyiannya dan bersekolah di sekolah umum.
"eee...o-oke, Daddy akan tanyakan pada Bunda mu dulu ya bagaimana cara supaya As bisa dapat banyak teman seperti yang As inginkan. Ya?" jawab Ken menyenangkan hati As.
"yeyy.. terimakasih Daddy" As mencium pipi Ken kemudian turun dan berlari menemui Greg dan anak buah Ken yang lain untuk mengajak mereka bermain. Sedangkan Asya menghela nafas panjang sembari terus menatap putranya itu. Dia bingung harus bagaimana mengatasi ini..
**
satu bulan yang akan datang pengantin baru itu merencanakan bulan madu keluar negeri. Kenapa harus satu bulan? Karena Asya masih ingin mengurus sekolah untuk As.
Asya memutuskan untuk menyekolahkan As di sekolah umum. Dan otomatis mereka harus keluar dari rumah persembunyian Kenzo.
Setelah merencanakan dengan hati hati, Asya dan Kenzo memutuskan supaya As sementara waktu ikut tinggal bersama Nala dan orangtuanya supaya As bisa bersekolah di sekolah seperti anak anak pada umumnya. Tentu saja ada pengawalan anak buah Ken dengan penyamaran mereka.
bersambung...