"Rika, jangan mempermainkan sebuah hubungan. Sebentar lagi kita akan menikah. "Ujar Deren kembali mendekati Rika, membuju Rika agar Rika bisa meredakan emosinya.
Deren yang memang sangat dewasa, tidak ingin mengedepankan emosinya, tapi sayang, Rika malah semakin jadi, dan terus menyalahkan Naina atas pertengkaran mereka.
Deren memilih diam saja, karena Deren sudah biasa jika bertengkar dengan tunangannya, pasti yang di bawa-bawa itu adalah nama Naina.
Karena Deren sudah mulai muak dengan kemarahan Rika, akhirnya Deren memutuskan untuk langsung mengunci pintu ruangannya, dan membiarkan Rika di luar menangis sendirian.
Rika langsung pergi menuju ke kampus Naina setelah Rika puas menangis di depan ruangan Deren.
Rika yang sudah di penuhi oleh rasa cemburunya, langsung memberi pengumuman pada semua orang yang ada di kampus, kalau Naina bukan wanita baik-baik, suka menggoda pria beristri, hingga membuat Naina terkejut mendengar apa yang di sampaikan oleh Rika di kampusnya.
Naina yang memang tidak menyukai Rika, langsung menjambak rambut Rika dari belakang, dan terjadilah pertengkaran hebat di kampus tersebut, hingga membuat semua mahasiswa dan mahasiswi menonton live dengan begitu hebohnya.
Karena kampus itu masih berada di bawah naungan Deren, dan pembuat ulah itu juga orang terdekat Deren, akhirnya para dosen dan pihak kampus lainnya langsung menghubungi Deren, dan meminta agar Deren turun tangan sendiri untuk menyelesaikan kekacauan yang di buat oleh orang terdekat Deren sendiri, dimana Rika statusnya sebagai tunangan Deren, sedangkan Naina sebagai keponakan Deren.
Setelah kekacauan itu berakhir, Deren membawa dua wanita itu untuk pulang, dan di sidang di rumah.
Seperti biasa, jika Naina di rumah, ia akan bersikap manja pada Deren, dan Deren tidak pernah menegurnya, membuat emosi Rika kembali meledak-ledak.
Deren yang masih marah pada Rika dan Naina karena membuat ulah di kampus, meminta Naina untuk duduk dengan benar, tanpa duduk di pangkuannya. Namun Naina tetap duduk di pangkuan Deren, hingga dengan kasar Deren berdiri dan Naina jatuh, dan Pertengkaran antar Rika dan Naina kembali memanas saat Rika mengejek, bahkan sampai menendang kaki Naina tanpa Deren sadari.
Deren yang melihat Naina dan Rika kembali bertengkar hebat, membuat Kepalanya seperti akan pecah, langsung menyeret Naina menjauh, bahkan sampai menyeret Naina ke kamarnya.
Naina hampir di tampar oleh Deren karena Naina tidak mendengarkan setiap kata-kata Deren, hingga membuat Naina langsung menangis saat melihat tangan Deren terangkat untuk menampar dirinya.
"Sekarang Uncle sudah tidak menyayangi aku lagi. Uncle terus membela Tante Rika karena Tante Rika tunangan Uncle. Kenapa Uncle sangat tidak adil! Kenapa Uncle tidak bisa mencintai ku, dan membuktikan kata-kata Uncle kalau Uncle menyayangi aku! "teriak Naina emosi, merasa Deren tidak adil karena bisa mencintai Rika, tapi tidak bisa mencintai dirinya.
"Naina, kamu keponakan Uncle. Sayang dan cinta yang dimiliki Uncle buat kamu hanya sebatas Uncle pada keponakan saja. Uncle menyayangi kamu, dan Uncle juga menyayangi tante Rika. "Ujar Deren mencoba untuk menggunakan nada lembutnya, karena Deren memang tidak bisa melihat Naina menangis.
"Tapi aku ingin di cintai Uncle seperti Uncle mencintai tante Rika, "kata Naina membuat Deren terkejut.
"Itu sangat tidak mungkin, Naina. "Kata Deren yang kembali mendekati Naina dan mencoba menenangkan Naina, agar Naina tidak minta yang aneh-aneh.
"Kenapa tidak mungkin. Aku mencintai Uncle. Aku juga bukan keponakan kandung Uncle. Kalau bukan karena Uncle yang menemukan aku disaat aku bayi, aku juga tidak akan memiliki status sebagai keponakan Uncle. Aku sangat mencintai Uncle. "Ujar Naina dengan tubuh terguncang karena menangis, membuat Deren benar-benar merasa sudah tidak bisa menahan rasa sabarnya.
"Naina, stop! Perasaanmu bukan perasaan yang sesungguhnya. Kau tetap keponakan Uncle. "Ujar Deren dengan penuh ketegasan.
"Kalau aku tidak bisa memiliki Uncle, lebih baik aku juga tidak perlu melihat Uncle. Aku akan pergi dari rumah ini! "ujar Naina mengancam untuk pergi dari rumah, yang langsung mendapat gelengan kepala cepat dari Deren. Deren mencoba menahan Naina saat Naina ingin pergi, tapi Naina tetap ingin pergi.
"Pilih aku, atau tante Rika. "Naina memberi pilihan pada Deren yang Deren sendiri tidak bisa untuk memilih.