"Pergilah kalau kamu ingin pergi! "ternyata Deren lebih memilih Rika dibandingkan Naina, membuat Naina kembali menjatuhkan air matanya, dan dengan membawa sejuta luka kecewa di hatinya, Naina langsung menyeret kopernya keluar dari kamarnya.
Rika yang melihat Naina pergi dengan membawa koper langsung bersorak gembira, karena menganggap orang yang menjadi duri dalam hubungannya dengan Deren sudah pergi.
Rika sempat mengejek Naina, mengatakan kalau Naina sudah kalah darinya, tapi Naina tidak menanggapinya, karena menurut Naina sangat tidak penting. Naina terus membawa langkahnya keluar dari rumah mewah Deren.
Sebelum Naina benar-benar jauh dari rumah Deren, Naina menatap rumah Deren dengan air mata yang tidak berhenti meluncur melewati pipi imutnya.
Naina mencoba menguatkan hatinya saat melihat bangunan rumah Deren yang di penuhi oleh kenangan saat bersama sejak masih kecil hingga ia dewasa.
Kenangan di masa dirinya masih kecil, masih SD, setiap pulang sekolah selalu bermain dengan Deren, bermanja-manja pada Deren, dan kebiasaan itu terus berjalan hingga dewasa, bahkan setiap tidur, Deren akan dengan sabar mengelus kepalanya dengan lembut hingga terlelap, dan Naina bisa merasakan kenyamanan akan perhatian Deren setelah ia menginjak bangku SMA. Dimana sejak ia duduk di bangku SMA, Deren sudah tidak lagi memberi perhatian yang membuat Deren merasa tersiksa sendiri karena Naina sudah menginjak dewasa, dan itu membuat Naina harus belajar terbiasa mandiri, namun sayang, yang ia dapatkan malah perasaan ingin memiliki Deren, ingin merebut Deren dari Rika setelah tau kalau Deren akan melamar Rika, dan sejak itulah Naina terus menyatakan perasaan cintanya pada Deren. Awalnya Deren terus berusaha agar tidak lepas kendali saat Naina bermanja-manja pada Deren, dan memenangkan hatinya yang terus berdebar saat Naina menyatakan cintanya, tapi setelah setiap hari mendengar pernyataan cinta dari Naina, Deren bisa mengatasinya. Tapi, saat ini, setelah ia meminta pengertian Naina, dan bicara secara kedewasaan, Deren sekarang tau kalau Naina memang mencintai dirinya, hingga Deren terpaksa membiarkan Naina pergi dari rumah, berharap Naina bisa kembali pulang dan berubah pikiran untuk melupakan cintanya.
Satu minggu sudah Naina pergi dari rumah, dan Deren tidak melihat tanda-tanda Naina akan pulang, yang artinya Naina memang mencintai dirinya.
Tapi Deren tidak bisa berbuat apa-apa, karena Naina adalah gadis yang ia rawat sejak bayi, dan menurut Deren, sangat tidak mungkin kalau ia menikahi Naina, sekalipun Deren sangat mencintai Naina, Deren merasa tidak mungkin untuk menikahi gadis yang ia rawat sejak bayi.
Memang sejak kepergian Naina, Rika tidak lagi marah-marah, tapi entah kenapa, Deren bukannya merasa tenang, justru ia semakin dibuat gila karena tidak berhenti memikirkan Naina.
Sejak kepergian Naina, Deren merasa ada yang kosong, ada yang hilang, terasa sepi di rumah, karena Deren sudah terbiasa akan keberadaan Naina.
Deren tidak percaya kalau dirinya mencintai Naina, dan mencoba menahan diri agar tidak memikirkan Naina terus, mencoba ia tahan tetap membiarkan Naina pergi selama 1 bulan. Sayangnya, hingga 3 bulan kepergian Naina, Deren semakin gila, malah Deren yang terus marah pada Rika, hingga pertengkaran mereka terus terjadi meski tanpa adanya Naina. Dan seperti biasa, meski tidak ada Naina, Rika tetap menyalahkan Naina atas pertengkaran mereka, hingga Deren mulai memperlihatkan rasa tidak Terimanya saat Rika menyalahkan Naina.
Akhirnya Deren memberikan keputusan terakhirnya.
"Berhenti terus menyalahkan Naina yang sudah pergi dari rumah. Ini kesempatan terakhirmu. Apa mau kamu, aku turuti, dan ini menjadi yang terakhir kamu menyalahkan Naina. "Ujar Deren tegas, dan Rika langsung meminta untuk pernikahan mereka di percepat. Deren pun menurutinya, demi Naina tidak selalu disalahkan oleh Rika.
Pernikahan pun di langsungkan setelah satu bulan Rika memintanya, dan hari ini, adalah hari bahagia bagi Rika.
Banyak tamu yang datang mempertanyakan soal ketidak hadirannya Naina di pesta pernikahan Deren, hingga membuat Rika marah karena merasa semua tamu yang datang bukannya fokus pada pernikahannya, tapi malah fokus pada Naina.
Rika mengambil mic yang ada di tangan MC, lalu meminta waktunya pada semua tamu yang datang untuk melihat ke arahnya.
"Kalian penasaran kemana Naina? Aku beritahu. Naina pergi dari rumah 4 bulan yang lalu. Naina pergi karena dia patah hati karena tidak bisa tidur dengan calon suamiku, itu karena calon suamiku sangat setia padaku. Dia pergi untuk mencari pria lain di luaran sana! "teriak Rika dengan lantangnya, membuat Deren terkejut, bahkan Deren langsung mendekati Rika, menekan leher Rika.
" Pernikahan kita, Batal! "dengan penuh ketegasan, Deren membatalkan pernikahannya dengan Rika tepat di hari pernikahannya, membuat tubuh Rika langsung ambruk di lantai.