Menggilai 4

524 Kata
Bagaimana tidak lemas, hari yang seharusnya membahagiakan justru menjadi suka bagi Rika. Niat Rika menjelekkan Naina demi kelancaran pesta pernikahannya, justru malah menjadi duka perpisahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. "Deren, jangan tinggalkan aku! "teriak Rika sambil menangis menahan sakit hati dan malu pada semua tamu yang datang saat ia di tinggal begitu saja oleh mempelai pria. Deren keluar dari gedung pernikahan itu tanpa menoleh pada Rika, dan langkah Deren langsung terhenti saat mendengar suara Naina. "Aku tau Uncle juga mencintaiku, makanya Uncle memutuskan untuk membatalkan pernikahan Uncle. "Ujar Naina santai dengan posisi bersandar pada tembok gedung pernikahan itu, membuat Deren terkejut karena mengira kalau ia sedang berhalusinasi. "Naina, kamu ada disini? "tanya Deren yang ternyata Deren tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat ia bisa melihat Naina kembali. Naina mendekati Deren, lalu memeluk Deren tanpa Deren minta, yang dengan cepat Deren membalas pelukan Naina, karena Deren memang sangat merindukan gadis kecilnya itu. Karena Naina tau di dalam gedung itu masih ramai, akhirnya Naina mengajak Deren untuk pergi. "Ke mana saja kamu selama ini dan tinggal di mana, Sama siapa? Dari mana kamu dapat uang? "tanya Deren tanpa jeda setelah mereka sudah ada di rumah. "Uncle tidak perlu tahu aku ada di mana, Tinggal di mana, sama siapa dan siapa yang membiayai aku, yang perlu Uncle tanyakan, apakah rasa cintaku pada Uncle masih ada atau sudah tiada. Itu yang patut Uncle pertanyakan. dan kalau memang Uncle tidak mau mempertanyakan soal rasa cintaku, Aku tetap akan memberitahu engkau kalau sampai saat ini aku masih begitu sangat mencintai Uncle. "Ujar Naina panjang lebar, membuat Deren langsung terdiam karen ternyata sampai 4 bulan berpisah, Naina tidak pernah berubah, tetap mencintai dirinya. "Tapi aku orang yang mengasuh mu sejak bayi, Naina. "kata Deren "Hanya pengasuh Uncle, Bukan Papa kandung. Uncle selama ini juga menganggap ku hanya sebagai keponakan yang tidak ada ikatan darah, jadi apa salahnya kita bersama. Aku benar-benar sangat mencintai Uncle, dan aku juga merasa kalau Uncle juga mencintaiku. Anggap saja Uncle selama ini merawat bayi yang akan menjadi jodoh Uncle. "Ujar Naina yang ternyata meski sudah lama berpisah, itu tidak bisa menghapus rasa cintanya pada Deren. Naina mendekati Deren, dan duduk di pangkuan Deren seperti biasa saat dirinya masih kecil dulu. "Apa aku begitu jelek di mata Uncle, sampai Uncle tidak punya nafsu sama sekali sama aku? "tanya Naina seraya menggerakkan pinggulnya, memancing hasrat Deren, karena Naina tau kalau Deren kesulitan untuk menahan gairah jika di pancing. "Naina, jangan gila kamu. "bentak Deren karena ia ingin tetap berusaha untuk tidak terpancing gairah. "Aku memang gila, Uncle. Sangat gila. Makanya, obati dong biar aku cepet sembuh dari kegilaan ini. "Kata Naina seraya mencium aroma leher Deren, membuat Deren tidak percaya, kalau gadis kecil yang menurut Deren baru kemarin ia gendong dan memberinya s**u, sekarang sudah dewasa dan bahkan sudah bisa bersikap liar, dan sialnya, Deren sendiri yang tersiksa karena aksi Naina. Wajah Deren sudah merah menahan gejolak yang terus menyiksa dirinya, dan Naina yang melihat Deren semakin tersiksa, langsung membuka kancing kemeja Deren bagian atasnya. "Apa aku harus hamil dulu, biar Uncle mau menikahi ku. Aku sangat mencintai Uncle. "Kata Naina yang terus memancing hasrat Deren.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN