Menggilai 5

564 Kata
"Naina, aku pria normal, "kata Deren dengan nada beratnya karena kesulitan menahan nafsunya. "Kalau normal nikahi aku, "Naina menanggapinya dengan sebuah permintaan, agar Deren mau menikahi dirinya. Deren langsung menjepit kedua pipi Naina dengan kuat, dan melumat bibir Naina dengan kasar, namun tidak membuat Naina kesakitan, justru Naina membalasnya dengan senang hati. Keduanya mulai terhanyut dalam permainan bibir mereka, saling bertukar saliva, dan Naina mencoba untuk melepaskan semua kancing kemeja Deren, namun Deren langsung mendorong tubuh Naina dengan hanya sekali dorongan. Deren memejamkan matanya dan memijat pelipisnya dengan kuat, merasa lega karena ia masih punya sedikit kesadaran hingga ia tidak lepas kendali dan tidak melakukan hal yang akan membuat dirinya menyesal. Deren meminta Naina untuk merapikan kembali pakaiannya, dan menyuruh Naina masuk ke kamarnya, membuat Naina kecewa karena Deren tidak meneruskan apa yang seharusnya terjadi sesuai harapan Naina. Sejak kembalinya Naina ke rumah Deren, dan sejak berakhirnya hubungan Deren dengan Rika, Naina kembali melakukan aktivitas kuliahnya seperti sebelum pergi, sedangkan Deren semakin di buat gila karena godaan Naina di setiap malamnya. Setiap malam Naina terus ke kamar Deren, mengajak Deren untuk tidur bersama, dan tentu saja bukan tidur yang membuat Deren nyenyak, justru sebaliknya karena Naina terus bersikap liar pada Deren. Selama beberapa bulan ini Deren sengaja tidak mencari Naina, itu agar Naina sadar kalau ia hanya terobsesi pada dirinya dan melupakan cintanya. Tapi ternyata, kepergian Naina kembali dengan membawa cinta yang semakin besar, dan semakin liar, membuat Deren semakin gila dalam mengurus Naina, belum lagi mengurus Rika yang terus minta balikan. Karena sekarang Deren sudah lepas dari status tunangan dengan Rika, Naina tidak segan-segan menunjukkan bersikap liar di depan umum, membuat Deren malu sekaligus gemas pada Naina. Sebenarnya, Deren sedikit mulai nyaman dengan cinta Naina, tapi Deren tetap memperingati dirinya kalau Naina adalah anak asuhnya, tapi sesekali juga kadang Deren lupa dan memanjakan Naina seperti wanita spesial, bukan sebagai keponakan yang selama ini ia anggap Naina keponakan. "Uncle, besok di kampus ada acara, dan datangnya harus berpasang-pasangan. Aku mau, Uncle yang jadi pasangan aku, "kata Naina saat mereka sedang menikmati makan siang bersama di luar. "Uncle tidak bisa. Kamu bisa cari cowok yang baik buat dijadikan pasangan, asal tidak pacaran, "jawab Deren menolak menjadi pasangan Naina. "Kalau Uncle tidak mau, aku akan pergi dari rumah ini lagi! "ujar Naina mengancam Deren "Baiklah. Habiskan makananmu, setelah ini kita ke mall untuk mencari gaun yang bagus buat kamu. "Ujar Deren mengalah, dan tentu saja Naina bahagia karena besok Deren akan menemani dirinya ke pesta di kampus sebagai pasangan Naina. Setelah makan siang, Deren dan Naina mencari gaun, dan Naina selalu di buat cemburu oleh wanita yang melayani saat memilih gaun. Seperti yang terjadi saat ini, dimana wanita yang bertugas sebagai pelayanan itu sedang berusaha untuk menggoda Deren, Naina langsung berlari dan duduk di pangkuan Deren. "Ku kasih tau ya, aku calon istrinya. "Ujar Naina seraya melingkarkan kedua tangannya pada leher Deren, membuat Deren tersenyum saat melihat tingkah Naina pas cemburu. Akhirnya, pelayan itu pun pergi, dan tidak berselang lama dari kepergian pelayan itu, Rika datang dan berdiri tepat di depan Naina dan juga Deren. "Mau apa, urusan kita sudah selesai, "kata Deren dengan nada dinginnya. "Deren, aku hanya ingin memberitahu kamu, kalau saat ini Naina sedang hamil, dan dia hamil hasil dari dia pergi dari rumah kamu! " ujar Rika yang membuat wajah Deren langsung merah padam, marah, terkejut saat mendengar kabar tentang kehamilan Naina.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN