Satu jam sebelum kejadian di Toko Bunga. "Kamu mau ke mana, Thal?" tanya Tuan Anthony pada sang putra dengan tergesa. Athala yang baru turun dari tangga langsung menghampiri sang Papa. "Mau ketemu teman, Pa." "Kebetulan, jika kamu bisa, tolong antarkan ponsel Mama kamu ke Toko Bunga. Ponselnya ketinggalan. Barusan dia telepon pake telepon di sana dan meminta siapa saja anterin. Kamu mau 'kan anterin?" Nyonya Agni tadi buru-buru. Ponselnya sampai tertinggal. Mungkin juga karena kepikiran soal Alula yang tiba-tiba merajuk aneh padanya. Athala meraih ponsel sang Mama dari tangan papanya. "Baiklah ... Aku nanti anterin. Kebetulan searah. Kalau gitu, aku berangkat dulu ya, Pa." Athala dengan sopan menci*m punggung tangan sang Papa dan papanya tampak tersenyum lega karena Athala tidak meno

