Rasa Bersalah Memang Mengerikan

1166 Kata

Setelah menghabiskan makan malam bersama, Abimanyu berpamitan untuk pergi dari rumah itu. Tara tak mau membayangkan ke manakah sekarang tujuan pulang pria itu, apartemen yang kosong atau rumah kekasih gelapnya? Sesungguhnya, Tara tak ingin memikirkannya sama sekali, namun ia tak mampu mencegah otak yang terus-terusan memikirkan berbagai hal yang menambah parah luka di hatinya. Kata-kata cinta Abimanyu untuk Dania sungguh mengiris sanubarinya. Mereka berdua benar-benar telah dimabuk cinta, tak ada ruang untuk dirinya yang malang. Anehnya, cinta yang Tara kenal tak pernah menyakiti orang lain seperti perasaan keduanya. Bukankah cinta tak ‘kan menyakiti, perasaan itu lembut dan menghanyutkan. Mengapa harus dirinya yang terluka karena cinta terlarang di antara mereka berdua? Sungguh tak adil.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN