Tara merapikan semua berkas yang berantakan di mejanya. Semua orang sudah pulang ke rumah masing-masingnya, dirinya telah menjadi penghuni terakhir ruangan itu. Dania langsung pamit pulang ketika baru kembali dari pantry. Wanita itu takut jika karena amarah, dirinya malah akan mengungkapkan rahasia terdalamnya pada Tara. Tara melirik sekeliling, memastikan sudah tak ada siapapun di ruangan itu. Sedetik kemudian, Tara menyalakan komputer Dania. Setelah menunggu beberapa saat, ia membuka program pengorderan suku cadang menggunakan user id wanita itu. Dengan cepat ia segera mengubah kembali semua jumlah orderan yang sudah diperbaiki wanita itu secara acak. Ia segera mematikan komputer wanita itu setelah pekerjaannya selesai. Tara mengemasi barang pribadinya, kembali menatap mejanya dan juga

