Mengapa Ada Ragu?

1141 Kata

Abimanyu tak dapat memfokuskan pikirannya. Perkataan Tara beberapa menit lalu masih terus terngiang di dalam benaknya. Tidak bisakah wanita itu memaafkannya dan mereka kembali seperti dulu lagi? Bukankah inti dari memaafkan adalah menerima? Bagaimana jika setelah perceraian mereka nanti, Tara masih bersikap sama dinginnya seperti sekarang? Ia tak ingin bila acara keluarga yang mungkin nanti masih dihadiri oleh Tara membuatnya tak nyaman. “Apa yang mengganggu pikiranmu, Mas? Dari tadi, kamu bengong terus,” suara manja dengan usapan lembut tangan seorang wanita pada d**a Abimanyu, membuyar lamunannya. Abimanyu menoleh ke sumber suara, mengusap lembut wajah wanita itu seraya tersenyum. Wanita yang kini membuatnya merasa begitu nyaman. Ia tak harus berpikir atau merasa tertekan bila bersama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN