Tara tak lagi bisa tertidur. Matanya terasa panas karena menangisi pria yang seharusnya tak perlu lagi ia hiraukan. Apalagi setelah membaca pesan dari karibnya, Eve. Tara memberanikan diri mengintip kamar yang ditempati Abimanyu dan tersenyum lirih saat tak menemukan lelaki itu di sana. Ia menginap di rumah kekasih gelapnya, membuat hati Tara kembali diserang rasa pedih yang menyesakkan d**a. Tara berjalan ke lantai bawah, ingin mengalihkan pemikirannya dari lelaki yang tak seharusnya ia pikirkan lagi. Ia melihat isi kulkas dan tak menemukan sisa makanan apa pun karena memang sudah lama sekali ia tak pernah memasak untuk dirinya sendiri maupun Abimanyu. Ia sudah berusaha melupakan status dan juga tugasnya sebagai istri, sebagaimana lelaki itu lakukan pada dirinya. Tara memutuskan memasak

