Jangan Dimasukkan ke Dalam Hati

1092 Kata

Diana menghela napas panjang, mencoba mencerna kenyataan ini. Tangannya kemudian meraih tangan Sean, menggenggamnya erat. “Dia pasti akan menerima semuanya. Jodoh itu bukan pilihan, Sean. Itu takdir. Kita nggak pernah tahu dengan siapa kita berjodoh. Tapi, kalau memang aku jodoh kamu, mau gimana lagi. Kita nggak bisa melawan takdir.” Sean menunduk, menatap wajah Diana yang kini dipenuhi keyakinan dan cinta. Ia mengusap rambut Diana dengan lembut, seperti seorang penjaga yang selalu ingin melindunginya. “Jangan dulu bahas itu. Aku lapar. Pengen makan malam sama kamu.” “Papa udah makan belum, ya?” tanya Sean tiba-tiba, mengubah suasana menjadi lebih santai. Diana tertawa kecil, suaranya seperti nyanyian lembut di tengah keheningan. “Udah. Oppa udah duluan makan tadi. Katanya dia punya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN