Keesokan harinya, pengumuman libur semester tiba. Diana duduk di kantin bersama empat sahabatnya, menyusun rencana liburan mereka. Kantin kampus yang biasanya riuh kini mulai lengang karena mahasiswa berbondong pulang. “Eh, Bagas ke mana, sih? Dari tadi nggak keliatan batang hidungnya,” Kinan bertanya sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Bagas. Pertanyaan itu menyentak Diana yang tadinya melamun. “Oh, iya, aku juga baru sadar Bagas nggak ada. Mungkin lagi nemenin mamanya? Bukannya dua hari ini dia nggak kelihatan di kampus?” Kinan mengangguk, kembali mengaduk mangkuk baksonya. “Iya, mungkin dia lagi di rumah sakit nemenin mamanya.” Sesil yang sejak tadi mendengarkan obrolan mereka menoleh pada Diana. “Eh, besok kan ulang tahun Uncle Sean, ya? Kamu udah siapin kado belum?” Dia

