Malam itu juga, Sean berangkat menuju Amsterdam, Belanda selama beberapa hari di sana. Lelaki itu mengecup kening Diana sebelum akhirnya ia masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya. “Aku berangkat. Kamu jaga diri di sini. Jangan lupa jaga kesehatan dan makan. Istirahat yang cuk—“ “Stop! Jangan bicara kayak gitu lagi karena aku udah tahu. Kamu sudah bicara seperti itu tadi sore, Sean. Masih terngiang jelas di telingaku kamu ngomong begitu. Nanti ada Sesil ke si—“ Diana menoleh ke arah mobil Sesil yang sudah tiba di depan gerbang rumahnya. “Helo, Guys!” Sesil kembali melajukan mobilnya hingga masuk ke dalam rumah tersebut. “Orangnya udah datang. Semoga selamat sampai tujuan. Kalau urusan kerjaan kamu sudah selesai tapi Omma dan Oppa belum juga ketemu, jangan dicari lagi dengan menamba

