Di Belanda. Sean sudah tiba satu hari yang lalu. Di sana, dia tinggal di sebuah apartemen yang tak jauh dari kantor yang sudah mengundangnya untuk hadir di sana, diskusi tentang pekerjaan yang akan dilakukan di Indonesia. Sebagai pengusaha muda yang terpercaya bahkan sudah banyak project yang Sean pegang kemudian berhasil dibangun. Kini, lelaki itu dipercaya banyak instansi baik pengusaha kelas atas atau menengah. “Wisnu!” Sean menghampiri teman masa kecilnya yang kebetulan sekali mereka satu apartemen. “Sean! Hei! Lagi ngapain di sini, Bro? Apa kabarnya?” tanyanya sembari berjabat tangan kemudian memeluknya. “Baik. Gue lagi ada kerjaan di sini. Ada hotel yang ingin dibangun oleh pengusaha di sini, dan dia minta gue buat urus semuanya. Sebenarnya mulai meeting-nya itu masih lima hari

