Masuk dengan Sempurna

1904 Kata

Pagi itu, sinar mentari memeluk permukaan laut dengan kelembutan yang memukau. Diana duduk di tepi kolam renang, kulitnya yang berkilauan tersentuh oleh cahaya keemasan. Di hadapannya, hamparan laut biru menari di bawah angin pagi, ombak menggulung kencang, membawa aroma asin yang lembut menyusup ke hidungnya. Ia menyandarkan tubuhnya sedikit ke belakang, membiarkan ujung jari kakinya menyentuh air dingin kolam. Namun, pikirannya tak serileks pemandangan yang tersaji. Sean, lelaki yang memenuhi hatinya, masih tertidur di kamar villa, mencoba menetralkan rasa pening yang tampaknya lebih dari sekadar fisik. Diana mengembungkan pipinya, matanya menerawang ke cakrawala yang seakan menyembunyikan jawabannya. "Mana bisa tahu kalau belum dicoba," gumamnya, sedikit kesal pada dirinya sendiri.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN