Salton dan Delios pergi untuk menjalani hukuman. Jazlyn menghabiskan waktunya untuk mendampingi Putri Agie di kamarnya. Wanita itu tampak lemah, pucat, dan luar biasa kacau. Meskipun wajahnya tak banyak berubah karena luka, tapi Jazlyn tahu di balik selimut lembut yang wanita itu kenakan, ada kulit yang terkoyak mengerikan, berdarah, dan sakit luar biasa. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana Putri Agie sanggup menahan semua itu. "Sebelum pergi, Guru Besar telah menjelaskan siapa kau sebenarnya!" Putri Agie berkata lirih. Dia mencoba tersenyum, tetapi justru tampak sebagai cengiran aneh. Tubuh Putri Agie dari bahu ke bawah dibalut selimut lembut. Dia sangat berhati-hati agar tak bergerak secara tiba-tiba. Tak jauh dari sisinya, ada beberapa botol kaca berisi ramuan yang digunakan tabib untu

