Rapuh

1394 Kata

Seorang lelaki dengan jubah merah berkibar-kibar berdiri membelakangi matahari, tatapan mata merah darahnya menerawang ke langit. Angin menciptakan musik yang sangat indah dan merdu. Suhu hangat matahari bercampur dengan kelembapan, membelai kulit lembut yang terpapar dari diri lelaki tersebut. Seekor kupu-kupu sebesar kepalan tangan berwarna merah transparan terbang mendekatinya, hinggap di bahu lelaki tersebut. Tiba-tiba terdengar suara berdesing lirih, seolah-olah hewan kecil tersebut tengah menyampaikan sesuatu. Wajah lelaki itu tetap dingin, tanpa ekspresi, meskipun sudut bibirnya mencuat ke salah satu sisi, menciptakan senyum sinis yang menawan. Garis-garis rahangnya yang terpahat sempurna tampak menawan. Di bawah sinar matahari pagi menjelang siang, kulit putih lelaki tersebut t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN