Nanda berangkat ke sekolah dengan rambut terurai, earphone yang terpasang di kedua telinganya tampak seperti aksesoris kecantikan bagi dirinya. Wajahnya yang biasanya tertutup oleh rambut panjang, atau yang biasa ia ikat jadi satu kini telah tampil sempurna. Penampilan Nanda kini tampak memukau, kecuali dengan adanya plester yang ada di pipinya. Tapi itu juga menambah penampilan nanda semakin cantik, seperti tokoh yang ada di komik yang marak beredar di kalangan remaja. Sayangnya wajahnya tidak mendukung, raut wajah yang tadinya cerah kini tampak muram. Dia bahkan tidak memancarkan senyumnya pagi ini, hanya wajah datar yang ada sedari tadi dari wajahnya. Matanya memejam, nanda menghembuskan nafasnya lelah. “gue capek.” Gumam Nanda, lalu dia bersender ke sisi bus sambil menikmati angin y

