Suara tendangan keras terdengar, sehingga membuat semua mata tertuju kepada mereka berdua. Mereka semua dapat melihat dua murid berbeda gender yang saling berhadapan dengan ekspresi yang berkebalikan. David terlihat sangat kesakitan sampai mengerang, lukanya yang kemarin belum sepenuhnya sembuh. Nanda yang dikenal sebagai anak rajin dan hampir tidak pernah mau terlihat di kalangan teman sekolahnya kini dengan secara mengejutkan menendang seorang laki laki di depannya. Semua murid memandangnya dengan tatapan yang sulit diperhatikan. Nanda tidak ingin ambil pusing dengan mereka semua. “kalo gue bilang lepas ya lepas. Lo emang selalu ga dengerin omongan gue sih.” Ujar nanda sambil meniup kesal anak rambut yang menghalangi penglihatannya, perempuan itu lalu melangkah pergi. Tapi david tetap

