BAB 22

1604 Kata

Nadine membuka matanya, di depannya terdapat wajah Arsen yang terlelap damai. Nadine tersenyum melihatnya. Tangan Arsen tetap setia seperti biasanya. Di atas pinggangnya. Nadine mendekat ke Arsen dan memeluk laki-laki yang terlelap itu. Nadine memandangi wajah Arsen sebelum ia mencium bibir miliknya. “Aku rasa Aku suka kamu Sen.” bisiknya pelan. “Aku juga Din.” batin Arsen yang kemudian memeluk Nadine lebih erat. Seolah hari ini adalah hari terakhir untuknya. Nadine bekerja seperti biasanya. Senyumnya mengembang seperti ia menang lotre 100 juta. Jelass banyak orang yang penasaran. Nadine memang murah senyum. Tapi hari ini Nadine terlihat berbeda. Ia terlihat lebih cantik saja. Nadine mengerjakan tugas tugas yang diberikan Daniel dengan cepat sehingga ia mampu beristirahat makan sia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN