Nadine memulai harinya dengan tak semangat. Ia masih galau perkara semalam. Sepenting apa Ayana buat Arsen. Ia mulai mencintai laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu. Meskipun awalnya ia tak percaya sampai ia merasakan hatinya sakit jika ada yang membahas Ayana. Ia sering memikirkan Arsen. Ia menyukai setiap sentuhan Arsen. Dan itu membuatnya menderita jika ia memikirkan tentang Arsen dan Ayana. Terlebih saat ia membaca berita tentang Arsen, berita tersebut selalu membuat seolah Arsen sangat mencintai perempuan bernama Ayana itu. Dan ketika ia membaca tentang Ayana yang hamil diluar nikah, ia menjadi memikirkan apa Arsen pernah melakukan hal seperti itu dengan Ayana. Apa ia bukan yang pertama untuk Arsen. “Damn it!!” kesal Nadine. Ia menjambak rambutnya kesal. Kenapa ia malah memik

