Rendi membiarkan mereka bermalam yang keukeuh ingin menemani Nur di rumah sakit, sebab dirinya sendiri sedang kurang enak badan. Setiap kali memakan makanan yang di masak oleh Yesi, entah kenapa selalu membuat perutnya seperti di kocok hingga membuatnya sering muntah. Mungkin karena Rendi tidak terbiasa memakan makanan yang hanya daun-daunan hijau tanpa daging atau tahu tempe. "Duh, si bapak kebiasaan." gerutu bi Janah, "pasti tadi lupa lagi matiin lampunya." Wanita paruh baya itu melangkah ke arah ruang tamu, sambil menggerutu di saat dirinya menyadari sorotan cahaya dari celah pintu kamar. Namun langkahnya terhenti saat menangkap sesosok tubuh yang telah tertidur di atas sofa. Bi Janah seakan tak percaya dengan penglihatannya sendiri, ia mengucek kedua matanya berkali-kali lantas meng

