"Bagaimana perasaanmu, adikku yang malang?" tanya Devian sedih, "apa itu sangat sakit?" Devian menyentuh pelan kaki kiri Nur yang sudah terbalut gips, sontak bergidik ngeri seakan ikut merasakan pesakitan Nur. "Aku baik-baik saja." jawabnya lirih. "senangnya akhirnya ketiga kakak tampanku berdiri di hadapanku." candanya yang membuat Toni mengusap ujung matanya yang sudah basah saja. Lelaki itu tampak melow bila melihat seorang wanita yang ia sayangi terbaring lemah di hadapannya. "Beritahu kami kalo kamu membutuhkan sesuatu." ujar Gilang hangat sambil mengusap puncak kepalanya, "jangan sungkan, mengerti." lelaki itu tersenyum teduh pada Nur yang sudah menganggukkan kepalanya tipis. "Apa kalian tidak sibuk?" "Tidak, aku sudah meminta Pratama meng-handle pekerjaanku." sahut Toni. "Ja

