"Ren..." Nur sedari tadi menatap interaksi antara Yesi dengan lelaki itu, dimana Rendi tampak diam saja tak bereaksi di saat Yesi bergelayut di lengannya seakan beranggapan ruangan itu hanya ada sepasang manusia itu. "Makasih udah menanggung semua biaya rumah sakit dia." Nur sontak berfikir, siapa wanita itu? Kenapa mereka seperti terlihat sangat akrab. "Jangan begini." Rendi mengurai pelukan Yesi dari lengannya, "lebih baik kamu sapa dia dulu." ujarnya lembut. "Oh iya, aku lupa." Yesi menatap Nur dengan senyum cantiknya dan melangkah mendekati membawa serta sebucket buah-buahan di tangannya. "Hai..." sapanya. "aku Jessica." wanita itu mengulurkan lengannya. "Sofia." jawab Nur. "Uh, nama yang indah." kagumnya, "gimana keadaanmu?" tanyanya sedikit canggung, "maaf karena kecerobohanku

