"Lepasin..." "Nggak...!" "Aku bilang lepasin..." pekiknya sambil meronta, pergelangan tanganya serasa hampir putus sebab di pegang erat saat dirinya digiring keluar dari rumah sakit. "Gilang...!!!" "Um..." "Aku bilang lepasin..." rengeknya, "sakit tau..." Gilang sontak melepas genggaman tangannya dan memang tampak memerah pada pergelangan. "Maaf." "Kamu ini kenapa?" Yesi memijat pelan, mengusap tangannya yang sakit dan nyeri itu. "Aku harus kembali, kalo tidak Rendi akan terjebak di sana." adunya, namun Gilang malah menggelengkan kepala. "Tidak Gilang, aku harus kembali." Gilang membisu, lelaki itu membuka pintu samping mobilnya dan mendorong punggung Yesi agar memasuki mobilnya. "Aku nggak mau." tolak Yesi. "Masuk, Yesi..." "Nggak...!" sahutnya tegas. "Jangan memaksaku untu

