Herman menatap Rendi sedari tadi, memperhatikan setiap gerakan yang di buat lelaki itu sehingga membuat Rendi merasa risih padanya. "Ck, apa...?!" "Aku dengar-dengar keponakanmu di asingkan lagi?" Rendi memutar bola mata malas, Herman memang selalu pandai membuat mood nya berantakan. Setiap perkataan yang keluar dari mulut Herman pasti sukses membangkitkan emosi dalam dirinya. "Apa seperti itu, pria tua nan tampan yang bicara tidak memakai otak?" Herman mencebik, terdengar kasar ucapan Rendi namun semua itu tak akan mempengaruhinya. "Aku bertanya, kenapa jawabanmu menyebalkan? Dasar otak udang." timpalnya. "Mereka menimba ilmu, bukan di asingkan!" "Menimba ilmu-nya di Inggris, bukan?!" "Ya..." Herman menjentikan kedua jemari telunjuk serta ibu jarinya, "itu negara asing, bodo

