POV Puspita Saat pintu mengayun membuka, aku terdiam melihat Mbak Mira berdiri di hadapanku. Ia memandangku dengan senyum terukir di bibirnya. Dibukanya tas lalu mengulurkan undangan warna emas yang terpampang fotonya dan Kak Satria bagian depan. Aku menunduk dan membacanya. "Jadi, aku akan nikah. Apa itu membuatmu puas?" Tatapannya tertuju ke arah perutku. Jari telunjuknya terangkat ke bibirnya berwarna merang terang lalu ia tersenyum merekah. "Apa kamu tau? Mas Rasya waktu itu ke rumahku lalu kami berciuman dengan begitu lembut." Ia kembali menempelkan jari ke bibirnya, membuatku jadi teringat pada baju Mas Rasya. Melihat Mbak Mira terus tersenyum, akhirnya aku mencibir, tak mau menunjukkan padanya bahwa aku tengah terhasut. "Aku memang akan menikah dengan Kak Satria. Tapi ketahuila

