Pukul delapan malam Jasson tiba di rumah sakit dan kondisi Mayang sudah sadarkan diri. Dia sedang disuapi oleh ibunya agar bisa meminum obat setelahnya. "Assalamualaikum, selamat malam, Nyonya. Selamat malam, Mayang." Jasson menyapa ke dua wanita yang ada di dalam sana begitu pintu kamar perawatan Mayang berhasil dia buka. "Walaikumsallam," sapa Mayang dan Nyonya Sandrina bersamaan. Wajah Mayang semakin pucat saja, tidak ada keceriaan sama sekali di wajah wanita itu. Ya Allah, kenapa Engkau ambil senyum wanita yang aku cintai? Bisakah aku membuat senyum itu kembali setelah ini? Aku rasa ini amatlah sangat berat untukku. Desah Jasson dalam batin. "Mayang ... sudah seharusnya sekarang kamu menatap hidupmu lagi, Nak! Sampai kapan kamu akan membuat, mommy, daddy, bunda dan orang-orang yan

