** Mayang mengunci dirinya di kamar. Dia terduduk di depan pintu sambil memeluk ke dua lututnya yang tertekuk dan dia dekap dengan erat. "Aku nggak bisa lagi jadi dokter. Aku bukan dokter yang baik, aku sudah membuat nyawa suamiku melayang. Aku tidak mau ada korban-korban lagi selain Mas Raka setelah ini karena kecerobohanku," racau Mayang panik karena paranoidnya yang menjadi-jadi. Meski Bapak Asmin sudah berusaha untuk membuat Mayang membatalkan rencananya untuk resign, tapi Mayang tetap pada keputusannya untuk mengundurkan diri sebagai dokter di rumah sakit tersebut. Ma yang tidak bisa bekerja dalam keadaan traumatis yang demikian. Melihat ruang ICU, melihat unit gawat darurat, melihat alat-alat medis, mendengar suara detak jantung pasiennya, membuat Mayang selalu teringat akan alma

