105. Peristirahatan Terakhir

1925 Kata

** "Huweek ... huweek .... " Mayang merasakan perutnya mual. Dia berlari ke arah wastafel dapur dan memuntahkan isi perutnya padahal Mayang tidak makan dari kemarin, jadi tidak ada apapun yang keluar dari muntahannya. Hanya cairan yang terasa pahit dilihat. Mata Mayang sampai mengeluarkan air mata karena perutnya yang terasa diaduk-aduk. "Sayang, kamu sakit kan? Itu karena kamu telat makan," kata Mommy Sandrina seraya mengurut-urut tengkuk Mayang. Mayang merasakan badannya lemas, kepalanya pusing ditambah perutnya yang tiba-tiba mual parah. Mayang yakin ini efek karena pikirannya yang stress ditambah dengan perutnya yang kosong tanpa asupan apa-apa, hanya sekedar minum air putih pun dia enggan. "Aku nggak apa, Mom. Aku mau ke depan lagi, aku mau menemani suamiku," jawab Mayang, setela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN