Bab 9

1191 Kata

Rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Amara berdiri di depan cermin kamar, memperhatikan pantulan dirinya sendiri. Gaun sederhana berwarna krem melekat rapi di tubuhnya. Tidak terlalu mencolok, tidak berlebihan. Ia sengaja memilih yang nyaman, bukan yang ingin menarik perhatian. Entah kenapa, jantungnya berdebar sejak sore. Dion baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih sedikit basah, kemeja hitamnya disetrika rapi. Ia terlihat seperti Dion yang dulu, Dion yang selalu membuat Amara jatuh cinta bahkan hanya dengan berdiri diam. “Kamu cantik,” kata Dion sambil meraih jam tangannya. Amara tersenyum kecil. “Lebay.” “Serius.” Dion mendekat, mengecup keningnya singkat. “Siap ke reuni?” Amara mengangguk. “Siap.” Padahal tidak sepenuhnya. Sepanjang perjalanan menuju hotel tempa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN